RENTAK.ID – Banjir besar kembali melanda Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa wilayah terdampak semakin meluas, dengan ketinggian air di beberapa titik mencapai tiga meter.
Akibatnya, ribuan warga terpaksa mengungsi, sementara tim gabungan terus melakukan evakuasi di lokasi-lokasi banjir terparah.
Sebaran Wilayah Terdampak
Banjir yang dipicu oleh hujan deras dan luapan air dari hulu sungai ini menggenangi tujuh kecamatan di Kota Bekasi, yakni:
1. Bekasi Timur
2. Bekasi Utara
3. Bekasi Selatan
4. Medan Satria
5. Jatiasih
6. Pondok Gede
7. Rawalumbu
Sementara itu, di Kabupaten Bekasi, banjir merendam enam kecamatan, meliputi:
1. Cibarusah
2. Serang Baru
3. Setu
4. Cikarang Utara
5. Cibitung
6. Tambun Utara
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa pendataan jumlah warga terdampak masih berlangsung.
“Saat ini tim di lapangan masih fokus pada upaya evakuasi, terutama di lokasi dengan ketinggian air ekstrem,” ungkapnya.
Ratusan Rumah Terendam, Ribuan Warga Mengungsi
Di Kota Bekasi, sedikitnya 140 rumah dilaporkan terendam air hingga setinggi tiga meter, sementara di Kabupaten Bekasi, 15 rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 150 cm. Beberapa titik banjir yang paling parah terjadi di:
Perumahan Jaka Kencana (Bekasi Selatan) – Air mencapai tiga meter
Perumahan Pondok Gede Permai (Jatiasih) – Ketinggian air lebih dari tiga meter
Perumahan Depnaker (Bekasi Selatan) – Terendam hingga 150 cm
Kampung Lebak, Teluk Pucung (Bekasi Utara) – Air setinggi 180 cm, 360 jiwa mengungsi
Evakuasi masih terus berlangsung, dengan 400 warga dari Gang Mawar, Bekasi Timur, telah diungsikan ke rumah warga sekitar.
Tim Gabungan Kerahkan Perahu Karet
Tim gabungan dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah mengerahkan perahu karet untuk mengevakuasi warga, terutama di lokasi yang sulit dijangkau.
Pemadaman listrik juga dilakukan di beberapa wilayah untuk menghindari risiko sengatan listrik di tengah banjir.
“Kami memastikan tidak ada warga yang tertinggal, terutama di lokasi dengan banjir tinggi,” ujar Kepala BPBD Kota Bekasi, Priadi Santoso.
Penyebab Banjir: Hujan Deras dan Luapan Sungai
Hujan berintensitas tinggi yang turun sejak Senin (3/3) malam memperburuk situasi. Ditambah lagi, aliran air dari hulu Kali Bekasi yang berasal dari Bogor semakin memperparah kondisi.
“Debit air di sungai meningkat drastis, sehingga tanggul tidak mampu menahan arus dan menyebabkan air melimpas ke pemukiman,” jelas Priadi.
Situasi Terkini: Sebagian Wilayah Mulai Surut
Di beberapa titik seperti Kemang Pratama dan Jembatan II Rawalumbu, banjir dilaporkan mulai surut. Namun, di daerah lain seperti Jatiasih dan Bekasi Timur, ketinggian air masih cukup tinggi.
BPBD terus memantau perkembangan banjir dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk percepatan penanganan bencana.
“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera mengungsi jika kondisi semakin memburuk,” tutup Priadi.***
Editor : Ayham
Sumber Berita: Antaranews.com






