TNI AL Bersama Nelayan Berhasil Bongkar 15,5 KM Pagar Laut Ilegal di Tangerang

- Penulis

Minggu, 26 Januari 2025 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TANGERANG – Pembongkaran pagar laut ilegal di wilayah perairan Tangerang terus menunjukkan kemajuan signifikan.

Hingga hari ini,  Minggu (26/1/2025) TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Lantamal III Jakarta bersama instansi maritim dan masyarakat nelayan berhasil membongkar lebih dari separuh total pagar laut yang mencapai panjang 30,16 km. Dari total tersebut, 15,5 km telah dibongkar, sementara 14,66 km sisanya masih dalam proses.

“Kami terus bekerja tanpa henti sejak dimulainya operasi ini pada 18 Januari 2025. Kerja sama antara TNI AL, Bakamla RI, Polair, dan masyarakat nelayan menjadi kunci keberhasilan sejauh ini,” ujar Komandan Lantamal III, Laksamana Pertama TNI Hendro Wibowo.

Pembongkaran pagar laut yang tersebar di tiga titik utama, yaitu Tanjung Pasir, Kronjo, dan Mauk, melibatkan 475 personel gabungan. Tim ini menggunakan berbagai peralatan, termasuk 4 kapal patroli KAL/Patkamla, 6 Sea Rider, 13 perahu karet, 2 RBB, 2 RHIB, serta sejumlah perahu milik nelayan.

Kendala yang dihadapi tim di lapangan cukup menantang. “Gelombang tinggi dan angin kencang menjadi tantangan kami, belum lagi ukuran pagar bambu yang besar dan berlapis. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat kami untuk membantu nelayan mendapatkan kembali akses mereka ke laut,” kata salah satu anggota tim TNI AL.

Operasi ini merupakan bagian dari implementasi instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang memerintahkan prajurit TNI AL untuk bersinergi dengan instansi terkait guna mengatasi kesulitan nelayan dalam mencari nafkah.

Salah seorang nelayan, Ahmad (45), mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Selama ini pagar laut sangat menghambat kami mencari ikan. Dengan bantuan TNI AL, kami merasa terbantu dan optimis bisa kembali melaut dengan bebas,” katanya.

Hingga kini, pembongkaran pagar laut terus dilanjutkan untuk memastikan seluruh penghalang akses nelayan dapat dihilangkan.

Pemerintah dan masyarakat berharap langkah ini mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan serta menjaga keberlanjutan ekosistem laut di kawasan tersebut. ***

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru