RENTAK.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menerima kunjungan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BPPIK), Aries Marsudiyanto, di Kompleks Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/1/2025).
Pertemuan ini merupakan sikap kolaborasi untuk membentuk karakter unggul siswa di Tanah Air. Dalam upaya mencapai hal tersebut, keduanya menghadirkan program inovatif dan kurikulum antikorupsi yang menjadi sorotan utama.
Mendikdasmen dengan tegas menyatakan komitmen pemerintah dalam meluncurkan program-program strategis yang dirancang untuk membangun karakter siswa Indonesia. Salah satu program unggulan yang diusung adalah konsep 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program ini dirancang untuk menciptakan generasi emas yang dilengkapi dengan kebiasaan positif yang kuat, membantu mereka dalam menghadapi tantangan di masa depan.
“Dalam mendidik generasi penerus, kami tak lupa untuk menanamkan nilai-nilai karakter melalui program Pagi Ceria. Aktivitas senam pagi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan berdoa bersama menjadi bagian penting dari agenda ini. Langkah-langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden dalam menegakkan nilai-nilai luhur bangsa sejak usia dini,” jelas Mendikdasmen dengan penuh semangat.
Tak hanya itu, Mendikdasmen juga menyoroti perlunya pedoman pendidikan karakter terkait makanan sehat, kebersamaan, hemat, dan etika mengantre. Hal ini dianggap penting guna membentuk siswa yang memiliki kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat serta perilaku yang bertanggung jawab dan beretika. Selain itu, untuk mendukung pembelajaran dalam bidang STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, Matematika), pihaknya juga akan merancang buku-buku bacaan suplemen yang memudahkan siswa memahami konsep sains dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Aries Marsudiyanto dari BPPIK memberikan sorotan lain dalam upaya membentuk karakter siswa, yaitu melalui pengembangan kurikulum antikorupsi yang mencakup simulasi atau gladi posko antikorupsi dalam bentuk permainan peran. Dengan pendekatan yang inovatif ini, karakter-karakter positif seperti tanggung jawab, kejujuran, dan disiplin diharapkan dapat terinternalisasi dengan baik di kalangan siswa mulai dari tingkat SD hingga SMA.
“Apa yang kita tanamkan pada generasi muda saat ini akan berdampak besar pada masa depan bangsa. Melalui pendidikan dan pembelajaran yang kreatif, kita dapat membentuk karakter yang kuat dan integritas yang tinggi pada anak-anak kita,” ungkap Aries dengan penuh keyakinan.
Tak hanya itu, Aries juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung pembentukan karakter siswa. Menurutnya, setiap sekolah sebaiknya memiliki logo, moto, dan jargon yang berperan dalam membentuk kepribadian siswa. “Negara-negara maju telah lama menjadikan pendidikan karakter sebagai prioritas utama. Kita perlu meneladani langkah mereka dengan menanamkan nilai-nilai sportivitas, kejujuran, dan etika pada generasi muda kita,” tambah Aries dengan mantap.
Dengan kolaborasi Mendikdasmen dan BPPIK, program inovatif dan kurikulum antikorupsi ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam upaya pembentukan karakter siswa Indonesia. Melalui upaya bersama dan komitmen yang kuat, masa depan generasi penerus bangsa pun diharapkan akan semakin cerah dan penuh harapan. Semoga langkah-langkah positif ini dapat terus diimplementasikan dan memberikan dampak yang signifikan bagi kemajuan pendidikan di Tanah Air.






