9 Ribu Guru Hadiri Puncak HGN 2025, Prabowo: Pendidikan Adalah Prioritas Bangsa

- Penulis

Sabtu, 29 November 2025 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo dan Mendikdasmen dalam pucak Hari Guru Nasional 2025. (Dok. Kemendikdasmen)

Presiden Prabowo dan Mendikdasmen dalam pucak Hari Guru Nasional 2025. (Dok. Kemendikdasmen)

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Sebanyak 9 ribu guru dari seluruh penjuru Tanah Air hadir dalam acara yang juga dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama jajaran Kabinet Merah Putih.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan. Karena itu, pemerintah berkomitmen menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama.

“Anggaran yang demikian besar harus dipastikan sampai ke sasaran akhir: para guru, siswa, sekolah, sarana, gedung, dan buku. Semua yang dibutuhkan untuk kualitas pendidikan terbaik,” ujar Presiden.

Prabowo juga menyoroti langkah strategis pemerintah melalui revitalisasi satuan pendidikan dan percepatan digitalisasi pembelajaran, termasuk pengiriman layar interaktif ke seluruh sekolah di Indonesia.

“Setiap sekolah, setiap ruang kelas, tidak boleh ada satu desa pun yang tertinggal,” tegasnya.

Menutup pidato, Presiden menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh guru atas pengabdian mereka bagi dunia pendidikan.

“Atas nama bangsa dan rakyat Indonesia, terima kasih saya kepada semua guru di Indonesia,” ucapnya.

Abdul Mu’ti Paparkan Capaian Besar Pendidikan 2025

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, turut menyampaikan laporan kinerja sektor pendidikan sepanjang 2025. Ia menegaskan bahwa kehadiran Presiden merupakan wujud komitmen kuat pemerintah dalam membangun kualitas SDM dan kesejahteraan guru.

Abdul Mu’ti memaparkan berbagai capaian Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang selaras dengan arahan Presiden, terutama terkait peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme guru. Di antaranya:

Tunjangan guru non-ASN menjadi Rp 2 juta.

Tunjangan Guru ASN Daerah disalurkan langsung kepada 1.917.420 guru.

Pemenuhan kualifikasi S-1/D-4 bagi 12.500 guru melalui RPL dengan bantuan pendidikan Rp 3 juta per semester.

PPG tertentu bagi 808.570 guru.

Untuk tahun 2026, Kemendikdasmen menargetkan 150 ribu guru mengikuti RPL dengan bantuan pendidikan serupa. Total, dalam dua tahun akan ada 162.500 guru yang meraih gelar S-1/D-4 di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat
Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto
500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:02 WIB

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat

Senin, 2 November 2026 - 14:55 WIB

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Berita Terbaru