KARAWANG – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) sekaligus Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Abdul Kadir Karding, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia (PMI) hingga masa purnanya.
Hal ini mencakup berbagai program pemberdayaan yang dirancang khusus bagi PMI yang telah kembali ke Tanah Air.
“Kami di BP2MI bertugas mengurus PMI sejak sebelum keberangkatan, saat bekerja di luar negeri, hingga mereka kembali ke Indonesia. Bahkan, kami juga memperhatikan keluarganya. Untuk purna PMI, kami siapkan berbagai program pemberdayaan, termasuk dukungan untuk memulai usaha,” ujar Menteri Karding, Jumat, 10 Januari 2025.
Pernyataan ini disampaikan setelah Menteri Karding bermalam di Desa Ciparagejaya, Karawang, pada Kamis, 9 Januari 2025. Dalam kunjungannya, ia mendengar langsung aspirasi purna PMI yang membutuhkan dukungan ekonomi setelah selesai bekerja di luar negeri.
Sebagai bagian dari pemberdayaan tersebut, Menteri Karding berkomitmen untuk memfasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah, yaitu 6% per tahun. Dana ini dapat dimanfaatkan purna PMI untuk memulai usaha di kampung halaman mereka.
“Kami akan membantu purna PMI dalam mempelajari cara penjualan yang baik, manajemen usaha, serta memberikan akses permodalan. Kami sudah bekerja sama dengan Kementerian Perekonomian dan UKM untuk menyusun skema KUR hingga Rp100 juta per orang dengan bunga 6% per tahun,” jelasnya.
Menteri Karding juga menekankan pentingnya PMI berangkat ke luar negeri melalui jalur resmi dan prosedural. Hal ini untuk memastikan mereka terdata sehingga bisa memperoleh berbagai program berkelanjutan dari Kementerian P2MI, termasuk akses KUR.
“Semua yang berangkat harus melalui jalur prosedural dan diketahui oleh kepala desa. Dengan begitu, setelah mereka pulang, kepala desa dapat mendata siapa saja yang membutuhkan bantuan untuk memulai usaha. Kami juga akan memberikan pelatihan kepada mereka,” tegasnya.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap purna PMI tidak hanya menjadi pilar ekonomi di desa, tetapi juga memiliki kesejahteraan yang berkelanjutan setelah kembali dari luar negeri. ***













