JAMBI — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor meninjau PT Hok Tong Jambi, perusahaan pengolah bahan baku karet menjadi crumb rubber (karet remah) yang berlokasi di Jalan Raden Patah RT.07, Sijenjang, Jambi Timur, Kota Jambi, Rabu (12/11/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Afriansyah didampingi Manajer Pabrik PT Hok Tong, Hermawan Budiman. Ia meninjau langsung ruang produksi, laboratorium, hingga gudang barang jadi di lahan pabrik seluas 1,4 hektare itu.
Usai berkeliling, Wamenaker memberikan apresiasi terhadap harmonisasi hubungan industrial antara manajemen dan serikat pekerja, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dinilai sangat baik.
“Perusahaan ini mampu meraih penghargaan dengan predikat zero accident selama empat tahun berturut-turut,” ujar Afriansyah.
Afriansyah juga menilai, keberadaan industri pengolahan karet tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian di Provinsi Jambi. Seluruh tenaga kerja yang direkrut berasal dari daerah setempat, sehingga turut memberdayakan warga sekitar.
“Sebanyak 100 pekerja berasal dari Provinsi Jambi dan 47 persennya adalah warga Kecamatan Jambi Timur. Ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat lokal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Afriansyah berharap PT Hok Tong terus memperluas usahanya, baik di Provinsi Jambi maupun wilayah Sumatera lainnya. Kementerian Ketenagakerjaan, kata dia, akan terus berkolaborasi untuk mendukung dunia usaha dan industri yang berdaya saing tinggi.
“Saya berharap perusahaan ini semakin memperkuat penerapan K3 agar dapat berkembang pesat dan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” ujar Afriansyah.
Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan menjadi kunci menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif.
“Peningkatan produktivitas perusahaan dan peningkatan keterampilan pekerja bisa dilakukan melalui sinergi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kemnaker,” jelasnya.
Sementara itu, Manajer Pabrik PT Hok Tong, Hermawan Budiman, menyambut baik kunjungan Wamenaker. Ia mengaku bangga dapat berdialog langsung dengan perwakilan pemerintah pusat sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja.
“Saat ini jumlah karyawan kami sebanyak 180 orang. Kami tidak mempekerjakan tenaga kerja asing maupun tenaga kerja di bawah umur,” ungkap Hermawan.
PT Hok Tong sendiri merupakan salah satu perusahaan pengolahan karet tertua di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1937. Perusahaan ini terus berupaya menjaga standar mutu, produktivitas, serta komitmen terhadap kesejahteraan pekerja dan keselamatan kerja.













