JAKARTA – Kinerja Transjakarta terus menunjukkan tren positif sebagai tulang punggung transportasi publik di Ibu Kota. Memasuki pertengahan 2026, operator Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara itu berhasil mencetak rekor baru dengan melayani 1,5 juta pelanggan per hari, sekaligus memperluas jangkauan layanan hingga 92,4 persen populasi Jakarta.
Capaian tersebut menegaskan transformasi Transjakarta selama dua dekade terakhir, dari layanan yang hanya mengangkut sekitar 40 ribu penumpang per hari pada awal beroperasi menjadi sistem transportasi massal yang melayani jutaan warga setiap hari.
Akademisi Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menilai keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pengembangan transportasi publik di Jakarta berjalan ke arah yang tepat.
“Keberhasilan Transjakarta menunjukkan bahwa Indonesia telah memiliki model transportasi publik modern yang layak dijadikan rujukan. Pemerintah daerah tidak lagi harus belajar ke luar negeri karena sistem yang terintegrasi dan berhasil sudah tersedia di Jakarta,” ujar Djoko, Jumat (17/7/2026).
Berdasarkan data PT Transportasi Jakarta, sepanjang 2025 Transjakarta melayani 413 juta pelanggan. Peningkatan jumlah pengguna tersebut diikuti dengan membaiknya aspek keselamatan operasional. Tingkat kecelakaan (accident rate) berhasil ditekan hingga 40 persen dibandingkan 2022, menunjukkan peningkatan kualitas layanan yang semakin baik.
Saat ini Transjakarta mengoperasikan 5.227 armada, termasuk 2.978 unit Mikrotrans, yang melayani 233 rute. Jaringan tersebut mencakup koridor BRT sepanjang 409 kilometer serta rute feeder sepanjang 2.326 kilometer, didukung 245 halte BRT dan 7.346 titik pemberhentian bus di berbagai wilayah Jakarta.
Data operasional menunjukkan layanan BRT dan Non-BRT masih menjadi pilihan utama masyarakat dengan 207,76 juta pelanggan atau sekitar 50,55 persen dari total pengguna sepanjang 2025. Layanan Mikrotrans menyumbang 181,69 juta pelanggan atau 44,12 persen, sedangkan layanan Transjabodetabek mencatat 21,62 juta pelanggan atau 5,33 persen.
Di sisi lain, program Kartu Layanan Gratis (KLG) juga mengalami pertumbuhan signifikan. Jumlah pengguna layanan gratis mencapai 25 juta perjalanan, meningkat sekitar 2,3 kali lipat dalam dua tahun terakhir dan kini menyumbang sekitar 6 persen dari total ridership Transjakarta.
Djoko menilai kebijakan tarif gratis merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, namun harus diimbangi dengan perencanaan anggaran yang matang.
“Perluasan penerima tarif gratis tentu memberi manfaat sosial yang besar. Namun, pemerintah daerah juga harus memastikan keberlanjutan pendanaan agar kualitas pelayanan tetap terjaga,” katanya.
Tarif Transjakarta Tetap Terjangkau
Transjakarta saat ini menerapkan enam skema tarif bagi pelanggan. Tarif ekonomis sebesar Rp2.000 berlaku pukul 05.00–07.00 WIB, sedangkan tarif reguler sebesar Rp3.500 berlaku selama 22 jam berikutnya.
Layanan Mikrotrans tetap gratis, sementara tarif integrasi antarmoda diterapkan sebesar Rp5.000 untuk intermoda dan maksimal Rp10.000 bagi perjalanan terintegrasi Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta.
Selain itu, terdapat kebijakan tarif Rp0 bagi 15 kelompok masyarakat, termasuk lansia, penyandang disabilitas, pelajar penerima KJP, ASN DKI Jakarta, penghuni rumah susun, hingga veteran. Mulai 2026, fasilitas tersebut juga diperluas bagi pekerja swasta dengan penghasilan setara Upah Minimum Provinsi (UMP) atau di bawah Rp6,2 juta.
Sementara tarif layanan Transjabodetabek maupun Transjabodetabek Bandara tetap dipatok sebesar Rp3.500.
Armada Listrik dan Modernisasi Layanan
Transformasi Transjakarta tidak hanya terlihat dari peningkatan jumlah pelanggan, tetapi juga modernisasi armada dan fasilitas. Saat ini sebanyak 500 bus listrik telah dioperasikan sebagai bagian dari program elektrifikasi transportasi publik.
Selain itu, sejumlah halte telah mengusung konsep naming rights, di antaranya Bundaran HI Astra, Senayan Bank Jakarta, Swadarma Paragon Corp, Petukangan D’Masiv, Cawang Sentral 1 Polypaint, Widya Chandra Telkomsel, Senen Toyota Rangga, Smabel, dan Rawa Selatan STIAMI.
Revitalisasi halte juga terus dilakukan. Dari total 245 halte, sebanyak 46 halte telah selesai direvitalisasi hingga 2025, meningkat bertahap sejak program dimulai pada 2022.
Pertumbuhan Jaringan dan Kepuasan Pelanggan
Dalam periode 2018–2025, jumlah rute Transjakarta meningkat dari 156 menjadi 233 rute, atau naik sekitar 1,5 kali lipat. Perluasan jaringan tersebut mendorong cakupan pelayanan dari 67 persen menjadi 92,4 persen populasi Jakarta.
Kualitas layanan juga mengalami peningkatan. Indeks Kepuasan Pelanggan naik dari 4,0 menjadi 4,4 dalam skala lima poin, sementara capaian Standar Pelayanan Minimum (SPM) meningkat dari 93,52 persen menjadi 96,64 persen.
Selama periode 2023–2026, layanan tarif gratis dimanfaatkan lebih dari 59,5 juta pelanggan, sekitar 5,1 persen dari total 1,16 miliar perjalanan Transjakarta.
Kelompok lansia menjadi penerima manfaat terbesar dengan lebih dari 34,5 juta perjalanan, disusul pelajar penerima KJP/KJM, ASN DKI Jakarta, petugas PJLP, penghuni rumah susun, penyandang disabilitas, anggota TNI-Polri, guru PAUD, hingga warga Kepulauan Seribu.
Djoko mengingatkan bahwa di balik pencapaian tersebut terdapat tantangan pembiayaan yang semakin besar. Biaya produksi Transjakarta diproyeksikan meningkat dari Rp4,7 triliun pada 2025 menjadi sekitar Rp5,5 triliun pada 2026, sementara porsi subsidi terhadap APBD DKI Jakarta diperkirakan naik hingga 6 persen.
“Ke depan, tantangan terbesar bukan hanya menambah jumlah penumpang, tetapi menjaga keseimbangan antara peningkatan layanan, elektrifikasi armada, perluasan subsidi, dan kesehatan fiskal daerah. Tata kelola yang adaptif menjadi kunci agar Transjakarta tetap berkelanjutan,” tutup Djoko.
Keberhasilan Transjakarta selama dua dekade terakhir kini menjadi contoh bagi berbagai pemerintah daerah dalam membangun sistem transportasi massal yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Penulis : lazir
Editor : ameri












