Tak Lulus PPPK, Nia Tetap Mengabdi di Hutan: Anak-anak di Sini Butuh Saya!

- Penulis

Jumat, 23 Mei 2025 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nia bersama muridnya (dok.rentak.id)

Nia bersama muridnya (dok.rentak.id)

INDRAGIRI HULU – Di tengah lebatnya Hutan Lindung Bukit Tiga Puluh, Desa Nunusan, Riau menjadi saksi keteguhan seorang guru muda bernama Nia. Meski baru saja gagal dalam ujian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), semangatnya untuk mendidik anak-anak suku Talang Mamak tak surut sedikit pun.

Kegagalan itu seharusnya menjadi gerbang menuju status aparatur sipil negara (ASN), harapan yang sudah lama ia idamkan. Namun kenyataan berkata lain. “Waktu tahu hasilnya, saya sempat merasa langkah saya terhenti,” tutur Nia saat ditemui di ruang kelas sederhana berdinding papan, dilansir Jumat (23/5/2025).

Meski kecewa, ia memilih untuk bangkit. Setiap pagi, ia kembali ke kelas, menyambut murid-muridnya dengan senyum tulus. “Saya percaya, pendidikan adalah kunci masa depan anak-anak di sini. Mereka berhak mendapatkan ilmu, tak peduli seberapa jauh mereka dari pusat kota,” ujarnya.

Warga Desa Nunusan melihat sendiri dedikasi Nia. Bagi mereka, Nia bukan sekadar guru. “Ia adalah pahlawan anak-anak kami. Dia mengajarkan bahwa pendidikan itu hak, bukan hadiah,” kata Amir, salah satu tokoh masyarakat setempat.

Kisah Nia mengundang keprihatinan para pemerhati pendidikan, terutama terkait ketatnya seleksi PPPK dan PNS yang dianggap belum berpihak pada guru di daerah terpencil.

“Sistem seleksi saat ini terlalu menekankan aspek formalitas, tanpa mempertimbangkan kondisi di lapangan. Guru seperti Nia justru yang layak mendapatkan afirmasi,” ujar Rika Dewi, pengamat pendidikan dari Jaringan Peduli Guru Riau.

Sejumlah komunitas pendidikan mulai menggalang dukungan, mendorong adanya reformasi kebijakan seleksi ASN agar lebih inklusif dan berkeadilan. Mereka menyerukan agar perjuangan para guru di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) tak lagi luput dari perhatian negara.

“Kita harus pastikan mereka yang mengabdi di daerah sulit tidak terus dipinggirkan. Mereka adalah fondasi utama dalam mencerdaskan bangsa,” tegas Rika.

Kini, Nia tetap mengajar seperti biasa, meski statusnya belum berubah. Baginya, setiap pelajaran yang ia sampaikan adalah bagian dari perjuangan. “Saya tidak ingin anak-anak di sini kehilangan harapan. Kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi?” katanya, tersenyum sambil memperbaiki papan tulis kelas.

Kisah Nia bukan hanya tentang kegagalan dalam sebuah ujian, tapi tentang keberanian untuk tetap berjalan di tengah keterbatasan. Ia adalah potret nyata dari semangat pendidikan yang menyala di pelosok negeri—sebuah panggilan yang tak bisa dipadamkan oleh selembar hasil tes.

Penulis : hatorangan

Editor : ameri

Berita Terkait

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat
Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto
500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:02 WIB

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat

Senin, 2 November 2026 - 14:55 WIB

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Berita Terbaru