Sejatera Suarakan Kemandirian Ekonomi Untuk Pengemudi Ojol

- Penulis

Rabu, 26 November 2025 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Serikat Jasa Angkutan Online Kerakyatan (Sejatera) mendorong kemandirian dan peningkatan ekonomi untuk kalangan pengemudi ojol di Indonesia.

Hal itu disuarakan dalam diskusi yang bertajuk “Konsolidasi Demokratik Wujudkan Kemandirian dan Kesejahteraan dari, oleh & untuk Ojol” yang diadakan Sejatera di Restaurant Handayani Matraman, Jakarta Timur, Rabu (26/11/2025).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Pengagas Sejatera, Ahmad Bakri, S.E., atau akrab disapa Okky, sebagai narasumber pertama, serta pemerhati sektor ojol, Ign Tricahyo, S.Pd, sebagai narasumber kedua.

Dalam pemaparannya, Okky menegaskan, tujuan utama konsolidasi ini adalah memperkuat posisi pengemudi ojek online (ojol) sebagai aktor ekonomi mandiri, bukan sekadar mitra kerja platform, melainkan sebagai pelaku ekonomi yang berdaya dan dihargai.

“Kita butuh kemandirian pribadi teman-teman dengan kemandirian usaha, mungkin dengan koperasi atau umkm, agar mereka punya identitas dan bukan sebagai pekerja lepas,” ujar Okky.

Ia mengajak seluruh anggota Sejatera bersama-sama membangun struktur kolektif yang mendukung keberlanjutan penghidupan para pengemudi ojol, melalui pengorganisasian, advokasi, serta upaya memperoleh pendapatan yang layak dan adil.

“Dari Sejatera sendiri akan coba mengembangkan ke sektor pemerintahan agar mendapat dukungan untuk merealisasikan langkah kita kedepannya, intinya ojol harus bisa jadi mandiri lewat entrepreneur,” tandasnya.

Sementara itu, Ign Tricahyo menyoroti realitas berat yang selama ini dihadapi banyak pengemudi ojol, diantaranya ketidakpastian pendapatan dan beban operasional yang terus meningkat.

Menurutnya, posisi “mitra” yang diberikan oleh platform seringkali menimbulkan sejumlah ketimpangan, diantaranya biaya bahan bakar dan perawatan motor yang ditanggung pengemudi, risiko kecelakaan dan keamanan.

Namun di sisi lain pembagian keuntungan dan insentif tidak cukup menjamin kesejahteraan.

“Tindak lanjut dari acara hari ini, selain manajerial, entrepreneurship, dan pelatihan lain agar ojol ini bisa lebih kuat dalam sektor perekonomian,” ujar Tricahyo.

Tricahyo juga menyinggung mengenai kebutuhan akan sistem ekonomi yang demokratis bagi ojol, di mana pengemudi punya akses terhadap kepemilikan kolektif, transparansi, serta perlindungan kerja.

“Seperti yang dipahami oleh Ideologi Pancasila, bahwa pemahaman dan nilai-nilai berdasarkan Pancasila, demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila, agar sila ke 5 yaitu keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia bisa terwujud,” ujarnya.

Dalam konteks ini, Okky mendorong gagasan agar pengemudi dipandang sebagai pelaku usaha, bukan hanya pekerja lepas sehingga layak memperoleh hak-hak semisal akses ke layanan sosial, skema bagi hasil lebih adil, serta peluang untuk mewujudkan usaha produktif.

Sorotan ini sejalan dengan analisis sejumlah pengamat ekonomi dan sosial: bahwa kenaikan tarif tunggal atau upah dasar tanpa disertai perubahan struktur potongan komisi dan sistem kerja sulit membawa manfaat nyata bagi pengemudi.

Bahkan, banyak pengemudi ojol merasa pendapatan bulanan mereka masih jauh di bawah upah layak, setelah dikurangi biaya operasional.

Sejatera menyerukan agar pemerintah, platform, dan seluruh pemangku kepentingan memperhatikan suara dan aspirasi pengemudi ojol.

“Kami berharap agar para pengemudi ojol mendapat tempat yang lebih adil dalam ekosistem transportasi digital, sebagai mitra yang bermartabat, ekonomi yang berdikari, dan bagian penting dari pembangunan sosial-ekonomi nasional,” pungkas Okky. ***

Berita Terkait

Usai Turun Rp37.000, Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Rp1,896 Juta
BULOG DKI Jakarta dan Banten Salurkan Bantuan Pangan Alokasi Juli – September Perdana di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu
Prabowo Resmi Luncurkan MOLINAS, Kampus Didorong Perkuat Teknologi Motor Listrik Nasional
Mentan Amran Ungkap Transformasi Pertanian Papua, 137.429 Hektare Lahan Dikembangkan
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp16.000, Tembus Rp1,93 Juta per Gram
Bantuan Beras 30 Kg Disalurkan ke Warga Surabaya, Ini Jumlah Penerimanya
Layanan Baru ONE–Samudera Masuk Patimban, Dua Kapal Peti Kemas Kini Bisa Dilayani Bersamaan
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Hari Ini 10 Agustus 2026 Stagnan, Antam 1 Gram Rp2,798 Juta

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Usai Turun Rp37.000, Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Rp1,896 Juta

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:15 WIB

BULOG DKI Jakarta dan Banten Salurkan Bantuan Pangan Alokasi Juli – September Perdana di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Prabowo Resmi Luncurkan MOLINAS, Kampus Didorong Perkuat Teknologi Motor Listrik Nasional

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:08 WIB

Mentan Amran Ungkap Transformasi Pertanian Papua, 137.429 Hektare Lahan Dikembangkan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp16.000, Tembus Rp1,93 Juta per Gram

Berita Terbaru