KEDIRI – Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Kediri, akan menggelar Ruwat Agung Soekarno pada Minggu, 14 Juni 2026. Kegiatan bertajuk “Mensyukuri Pergantian Nama Koesno Menjadi Soekarno sebagai Transformasi Jati Diri Bangsa” ini diharapkan menjadi momentum refleksi kebangsaan sekaligus penguatan karakter generasi penerus Indonesia.
Pengelola Situs Ndalem Pojok, Kushartono, mengajak masyarakat untuk memberikan doa restu dan dukungan agar kegiatan tersebut berjalan lancar. Menurutnya, peristiwa pergantian nama Koesno menjadi Soekarno memiliki makna historis dan spiritual yang sangat penting bagi perjalanan bangsa Indonesia.
“Sejarah mencatat peristiwa spiritual di Bumi Kediri, yakni pergantian nama seorang anak yang rapuh dan sering sakit-sakitan, Koesno, menjadi Soekarno. Peristiwa ini bukan sekadar urusan keluarga, melainkan titik balik dan episentrum transformasi jati diri. Ini adalah simbol kebangkitan dari kelemahan masa lalu menuju kemerdekaan dan kedaulatan jiwa,” ujar Kushartono, Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan, Ruwat Agung Soekarno bukan hanya seremoni budaya, tetapi juga gerakan untuk membangkitkan kembali mentalitas bangsa yang berakar pada nilai-nilai luhur Indonesia.
“Ruwat Agung ini adalah sebuah gerakan kebudayaan untuk meruwat mentalitas bangsa hari ini. Harapan terbesar kami adalah lahirnya generasi penerus yang berjiwa seperti Soekarno, generasi yang tangguh dan memiliki akar kuat pada jati diri bangsa Indonesia yang sejati,” katanya.
Menurut Kushartono, penguatan jati diri bangsa menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk memainkan peran lebih besar di tingkat global.
“Dengan menguatnya jati diri bangsa Indonesia, kita berharap Indonesia Raya dapat tampil sebagai Imam Perdamaian Dunia, membawa nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan bagi masyarakat internasional,” tuturnya.
Rangkaian acara Ruwat Agung Soekarno akan berlangsung dalam suasana khidmat dan melibatkan berbagai unsur masyarakat serta tokoh lintas agama. Agenda diawali dengan Doa Pangruwatan, yakni doa bersama yang dipanjatkan para tokoh lintas agama sebagai permohonan keselamatan dan keberkahan.
Selanjutnya akan digelar Ritual Ruwat Lintas Agama, sebuah prosesi sakral kebudayaan dan penyucian yang salah satunya ditandai dengan penyiraman air dari tujuh sumber mata air. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Peresmian Papan Nama Sejarah yang menandai lokasi bersejarah pergantian nama Koesno menjadi Soekarno.
Puncak acara akan ditandai dengan Peresmian Patung Soekarno Kecil, sebagai simbol lahirnya jiwa baru sang Proklamator sekaligus penegasan nilai-nilai perjuangan yang diwariskannya kepada bangsa Indonesia.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap masyarakat dapat menyatukan hati, niat, dan kesadaran untuk menjaga serta menghidupkan kembali semangat kebangsaan yang diwariskan Bung Karno.
“Dari Kediri, api karakter bangsa kembali dinyalakan untuk Indonesia yang berdaulat, berkepribadian, dan berperan bagi perdamaian dunia,” pungkas Kushartono.
Penulis : lazir
Editor : ameri






