Rina Sa’adah Desak KKP Fokus Berdayakan Nelayan Kecil dan Pembudidaya Ikan UMKM

- Penulis

Sabtu, 26 April 2025 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPR. (dok. rentak.id)

Anggota Komisi IV DPR. (dok. rentak.id)

JAKARTA –  Dukungan nyata bagi nelayan kecil dan pelaku usaha budidaya perikanan skala UMKM kembali disuarakan di Senayan. Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Rina Sa’adah, mendesak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar lebih serius dalam memberdayakan kelompok rentan tersebut yang selama ini kalah saing dengan pengusaha besar di sektor kelautan.

“Mereka sangat membutuhkan dukungan untuk menghadapi persaingan perdagangan yang semakin ketat. Dengan dukungan dari semua pihak, terutama KKP, saya yakin mereka bisa lebih berdaya,” ujar Rina dalam keterangannya, Sabtu (26/4/2025).

Menurutnya, nelayan kecil dan pembudidaya ikan masih dihadapkan pada keterbatasan alat tangkap, mesin kapal, serta minimnya akses pelatihan teknis dan permodalan.

“Kalau perlengkapannya lengkap dan memadai, hasil tangkapannya juga akan meningkat. Ini jelas berdampak pada perbaikan ekonomi mereka,” tambah legislator dari Dapil Jawa Barat X tersebut.

Rina menegaskan, salah satu kebutuhan paling mendesak adalah mesin kapal yang kuat dan efisien. Dengan alat tersebut, nelayan bisa melaut lebih jauh dan lebih lama, sehingga produktivitas meningkat. Ia juga menyoroti pentingnya pelatihan vokasi bagi nelayan agar mereka memiliki keahlian tambahan, terutama dalam mengelola usaha dan mengatasi kendala teknis di lapangan.

“Pelatihan teknis sangat dibutuhkan agar mereka bisa mandiri menyelesaikan permasalahan tanpa harus selalu bergantung pada pihak luar,” jelasnya.

Masalah klasik lain yang disoroti Rina adalah soal akses modal. Ia menilai birokrasi pengajuan pinjaman masih berbelit, padahal modal menjadi kunci utama bagi nelayan untuk berkembang. “Jika ada kemudahan untuk mengakses modal, tentu ini menjadi angin segar. Jangan sampai mereka kesulitan berkembang hanya karena persoalan administratif,” tegasnya.

Selain dukungan teknis dan finansial, Rina juga menyoroti program kerja sama luar negeri yang dinilai perlu tepat sasaran. Ia mencontohkan program Lautra di NTT yang melibatkan 75 ribu nelayan dengan nilai bantuan sebesar 200 juta dolar AS. Menurutnya, program seperti ini sebaiknya juga melibatkan koperasi lokal, BUMDes, hingga komunitas masyarakat agar manfaatnya bisa lebih merata dan terpantau.

“Program pemberdayaan nelayan harus berbasis komunitas agar bisa berkelanjutan. Keterlibatan masyarakat lokal sangat penting, termasuk dalam pengawasan,” katanya.

Rina menutup pernyataannya dengan mendesak Kementerian Keuangan untuk segera membuka blokir anggaran KKP, terutama untuk program-program yang terbukti memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. “Kami dari Fraksi PKB mendukung agar anggaran yang berbasis output dan manfaat riil segera dicairkan,” tegasnya.

Ia mengaku telah menyampaikan semua usulan ini secara langsung kepada Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono. Sebelumnya, Menteri KKP menyebut adanya efisiensi ketat dalam anggaran kementeriannya tahun ini, yang menyebabkan sejumlah program prioritas tidak bisa dijalankan seperti tahun-tahun sebelumnya. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya
BSU 2026 Rp900 Ribu, Ini Syarat Penerima dan Batas Gaji yang Ditetapkan Kemnaker

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:51 WIB

90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terbaru