Ribuan Rumah di Kabupaten Bandung Terendam Banjir, Ratusan Warga Mengungsi

- Penulis

Minggu, 9 Maret 2025 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan Rumah di Kabupaten Bandung Terendam Banjir, Ratusan Warga Mengungsi. (ANTARA/Rubby Jovan)

Ribuan Rumah di Kabupaten Bandung Terendam Banjir, Ratusan Warga Mengungsi. (ANTARA/Rubby Jovan)

RENTAK.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Cikapundung Kolot dan anak Sungai Citarum meluap.

Akibatnya, ribuan rumah terendam banjir di empat kecamatan, memaksa ratusan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat sebanyak 8.043 unit rumah terdampak banjir yang melanda Kecamatan Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah, dan Margahayu.

Selain permukiman, bencana ini juga merendam enam sekolah, 19 tempat ibadah, dan 13 fasilitas umum lainnya.

Penyebab dan Dampak Banjir

Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Uka Suska, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama banjir kali ini adalah jebolnya tanggul Sungai Cikapundung Kolot akibat derasnya hujan.

Kondisi ini memperburuk aliran air ke Sungai Citarum yang tidak mampu menampung debit air yang tinggi, sehingga terjadi luapan ke wilayah permukiman.

Ketinggian air di daerah terdampak bervariasi, mulai dari 10 cm hingga 160 cm. Akibat kondisi yang semakin memburuk, sekitar 635 jiwa dari 246 KK harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Tanggap Darurat dan Bantuan

Untuk menangani dampak bencana ini, BPBD telah mendirikan tenda pleton di lokasi yang aman dari banjir sebagai tempat pengungsian sementara.

Selain itu, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan guna memastikan kondisi kesehatan para pengungsi tetap terjaga.

“Kami telah menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, serta layanan pembersihan untuk wilayah yang terdampak banjir,” ujar Uka.

Ia juga menambahkan bahwa kebutuhan mendesak saat ini meliputi alat kebersihan, sembako, air mineral, terpal, matras, dan selimut bagi para warga yang terdampak.

Imbauan Kewaspadaan Cuaca

BPBD Kabupaten Bandung mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga April mendatang.

“Kami mengajak warga untuk terus memantau informasi cuaca dan meningkatkan kesiapsiagaan guna mengurangi risiko dampak yang lebih besar di kemudian hari,” tutup Uka.

Dengan kondisi cuaca yang belum stabil, masyarakat di wilayah rawan banjir diharapkan lebih berhati-hati dan siap menghadapi kemungkinan banjir susulan.***

Editor : Ayham

Sumber Berita: Antaranews.com

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru