RENTAK.ID – Palembang, 22 Maret 2025 – Kejadian tak biasa terjadi di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, ketika YouTuber terkenal Willie Salim menggelar aksi sosial membagikan rendang.
Niat baik tersebut justru berujung di luar dugaan: rendang seberat 200 kilogram yang dimasaknya bersama tim lenyap begitu saja, diserbu warga sebelum sempat matang sepenuhnya.
Acara bagi-bagi rendang ini awalnya menjadi bagian dari konten Ramadan Willie.
Ia membeli seekor sapi hampir seberat 1 ton senilai Rp 50 juta untuk diolah menjadi rendang dan dibagikan kepada masyarakat Palembang.
Dengan latar Jembatan Ampera yang megah, proses memasak berlangsung sejak sore.
Willie bahkan sempat mengunggah proses tumis bumbu hingga daging masuk ke dalam kuali besar.
Namun, suasana berubah ketika ia meninggalkan lokasi sebentar untuk ke toilet.
Dalam hitungan menit, kerumunan warga yang sejak awal antusias menonton dari dekat mulai menyerbu area masak. Daging rendang panas yang belum matang pun habis diangkut tanpa aba-aba.
“Baru sebentar saya tinggal, kok bisa rendangnya langsung hilang?” ungkap Willie dalam video klarifikasinya.
Saksi di lokasi menyebut warga membawa rendang menggunakan berbagai wadah, mulai dari keresek, ember, hingga gayung.
“Sudah diarahkan untuk tunggu matang, tapi warga enggak sabar,” ujar seorang polisi yang turut mengamankan.
Sementara itu, Kapolsek Ilir Barat 1, AKP Ricky Mozam, mengonfirmasi bahwa pihaknya menurunkan 20 personel untuk menjaga ketertiban acara tersebut.
Namun, menurut Ricky, konsep pembagian sepenuhnya diatur tim Willie Salim tanpa melibatkan koordinasi teknis dengan aparat keamanan.
“Kami hanya mengawasi. Tidak ada instruksi dari tim mereka untuk menertibkan warga saat rendang mulai diserbu,” jelasnya.
Bahkan, Ricky menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah kejadian itu murni spontan atau bagian dari strategi konten.
“Kalau memang sengaja diatur, kita cukup kecewa. Tapi sejauh ini tak ada koordinasi semacam itu,” tutupnya.
Insiden ini langsung viral di media sosial. Netizen ramai membandingkan antusiasme warga Palembang dengan aksi serupa di daerah lain, termasuk Papua, di mana masyarakat lebih tertib saat antre makanan gratis.
Banyak juga yang menyoroti bagaimana fenomena sosial ini mencerminkan kondisi ekonomi dan budaya lokal.
Sementara itu, Willie Salim hanya menanggapi dengan santai. “Ya sudah lah, mungkin rezekinya warga,” katanya.***
Editor : Ayham
Sumber Berita: Instagram Willie Salim













