JAKARTA – Pemerintah menegaskan percepatan pembangunan wilayah tertinggal harus ditempuh melalui kerja sama lintas sektor yang lebih terintegrasi. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyebut kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penentu untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal yang berlangsung di kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Rabu (25/2/2026).
Dalam forum itu, Yandri menyoroti bahwa sebagian wilayah Indonesia masih menghadapi keterbatasan layanan dasar, mulai dari listrik, akses internet, hingga sarana pendidikan dan konektivitas ekonomi.
Ia menggambarkan kondisi di sejumlah daerah yang warganya masih harus berjalan kaki beberapa kilometer untuk mencapai sekolah. Akses menuju pusat perdagangan juga belum merata, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat berjalan terbatas.
Menurut Yandri, percepatan pembangunan tidak bisa dilakukan secara sektoral. Ia menilai sinergi kebijakan, pendanaan, dan program pemberdayaan masyarakat perlu diperkuat agar perubahan dapat dirasakan secara nyata.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah membuka peluang pertemuan antara kepala daerah dari wilayah tertinggal dengan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang penyampaian langsung berbagai persoalan di lapangan sekaligus memperkuat komitmen percepatan pembangunan.
Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Samsul Widodo menambahkan bahwa percepatan pembangunan memerlukan dukungan luas, termasuk dari sektor swasta dan lembaga filantropi. Ia menyebut masih terdapat 30 daerah berstatus tertinggal yang tersebar di beberapa provinsi, di antaranya Sumatera Utara, Nusa Tenggara, dan wilayah Papua.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri perwakilan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan pembangunan. Forum ini diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tertinggal.
Penulis : lazir
Editor : ameri






