Pria Berseragam Pemda Minta THR di Pasar Induk Cibitung, Polisi Tangkap Dua Pelaku

- Penulis

Selasa, 25 Maret 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Kepolisian Resor Metro Bekasi menangkap dua pria berseragam pemerintah daerah (pemda) yang meminta tunjangan hari raya (THR) kepada pedagang di Pasar Induk Cibitung.

Aksi mereka terungkap setelah sebuah video viral di media sosial, memicu penyelidikan cepat dari pihak berwenang.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Mustofa, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (22/3) sekitar pukul 04.00 WIB.

Petugas yang bergerak cepat akhirnya menangkap dua pelaku, Sodri (30) dan Samsul (48), pada Senin (24/3) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Sementara itu, dua pelaku lainnya, Agus dan Joko, masih dalam pencarian.

“Dari hasil pemeriksaan awal, mereka bertindak atas inisiatif sendiri dengan mengatasnamakan pemerintah daerah untuk meminta THR kepada para pedagang,” ujar Mustofa saat konferensi pers di Mapolres Metro Bekasi, Senin.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa uang hasil pungutan sebesar Rp250 ribu dan Rp200 ribu, yang telah dikembalikan ke korban.

Selain itu, petugas juga mengamankan kuitansi, rekaman video, kartu identitas, serta pakaian dinas pemda yang digunakan pelaku.

Kedua tersangka dijerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Polisi masih mendalami apakah ada pihak lain yang terlibat atau memerintahkan aksi tersebut.

Menanggapi kasus ini, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menegaskan bahwa para pelaku bukan pegawai resmi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Saya pastikan mereka bukan pegawai pemda. Kejadian ini sudah ditangani dan tidak ada keterlibatan personel resmi dari pemerintah daerah,” kata Ade.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap modus penipuan semacam ini, terutama menjelang Lebaran, di mana tekanan ekonomi sering membuat orang nekat melakukan tindakan melanggar hukum.

“Menjelang hari raya, situasi ekonomi bisa memicu perilaku di luar batas. Kami berharap masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika menemukan hal mencurigakan,” tambahnya.

Polisi kini terus mengembangkan kasus ini, termasuk menyelidiki motif lebih dalam serta kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik aksi pemerasan berkedok seragam dinas ini.***

Editor : Ayham

Sumber Berita: Antaranews.com

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru