JAKARTA – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan perlunya percepatan langkah pemulihan ekonomi di berbagai wilayah Sumatera yang baru-baru ini terdampak bencana alam. Ia menilai, respon cepat dan terukur dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mencegah dampak krisis yang lebih panjang terhadap kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah.
Misbakhun menyatakan, bencana alam tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat. Untuk itu, ia mendorong sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam merumuskan stimulus ekonomi yang tepat sasaran bagi wilayah terdampak.
“Pemulihan pasca-bencana tidak bisa hanya dimaknai sebagai rekonstruksi fisik. Yang lebih penting adalah menghidupkan kembali jantung perekonomian rakyat,” ujarnya.
Politisi Partai Golkar itu menekankan pentingnya pemulihan aktivitas ekonomi di tingkat akar rumput, termasuk percepatan fungsi pasar tradisional, kelancaran jalur distribusi logistik, dan dukungan bagi pelaku UMKM yang usahanya terhenti. Ia juga meminta OJK dan perbankan segera mengkaji relaksasi kredit atau restrukturisasi utang bagi debitur terdampak bencana.
Sebagai catatan, pulau Sumatera menyumbang 22,4 persen terhadap PDB nasional, dengan pertumbuhan ekonomi 4,9 persen pada Triwulan III 2025.
Misbakhun memastikan Komisi XI akan mengawasi ketat realisasi anggaran dan program pemulihan ekonomi yang digulirkan. Ia mengingatkan kementerian/lembaga agar memangkas hambatan birokrasi yang dapat memperlambat penyaluran dukungan kepada masyarakat, mengingat kondisi di lapangan menuntut respons cepat.
Dengan koordinasi yang solid dan langkah pemulihan yang terintegrasi, Misbakhun optimistis wilayah Sumatera dapat segera bangkit dan kembali memberikan kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Penulis : lazir
Editor : ameri













