Mudik Meledak Tembus 10 Juta Penumpang, Layanan Transportasi Masih Timpang

- Penulis

Sabtu, 21 Maret 2026 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pemudik siap mudik (dok. rentak.id)

Ilustrasi pemudik siap mudik (dok. rentak.id)

JAKARTA — Lonjakan pergerakan penumpang angkutan umum pada masa Lebaran 2026 kembali mencetak angka signifikan. Namun di balik capaian tersebut, sejumlah catatan kritis muncul terkait ketimpangan layanan antar moda dan potensi kepadatan arus balik yang belum sepenuhnya terurai.

Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat, pergerakan penumpang secara kumulatif sejak H-8 (13 Maret 2026) hingga H-1 (20 Maret 2026) mencapai 10.003.583 orang. Angka ini meningkat 9,23% dibandingkan periode yang sama pada Lebaran 2025 sebanyak 9.158.315 orang.

Meski secara umum terjadi kenaikan, distribusi antar moda menunjukkan disparitas yang cukup mencolok. Perkeretaapian menjadi moda dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 2.981.945 penumpang atau naik 13,22% dari tahun lalu. Sementara angkutan penyeberangan juga melonjak 14,78% menjadi 2.482.303 penumpang. Di sisi lain, angkutan udara hanya tumbuh tipis 3,05% menjadi 2.190.282 penumpang, mengindikasikan adanya faktor pembatas seperti harga tiket atau kapasitas.

Angkutan darat mencatat 1.587.060 penumpang atau naik 9,18%, sedangkan angkutan laut mencapai 761.993 penumpang. Kesenjangan pertumbuhan ini memunculkan pertanyaan terkait pemerataan layanan dan kesiapan infrastruktur di tiap moda.

Selain penumpang, arus kendaraan juga menunjukkan tekanan tinggi, khususnya di wilayah Jabodetabek. Pada H-1, kendaraan yang keluar dari gerbang Tol Jakarta tercatat sebanyak 117.016 unit, sedangkan yang masuk 66.210 unit. Secara total, pergerakan kendaraan di gerbang tol Jabodetabek mencapai 248.349 unit, sementara di luar Jabodetabek sebesar 236.758 unit.

Di jalur arteri, kendaraan yang keluar dari Jabodetabek tercatat 474.454 unit dan yang masuk 360.479 unit. Adapun di wilayah non-Jabodetabek, pergerakan kendaraan mencapai 491.901 unit, menandakan tingginya mobilitas masyarakat yang tidak sepenuhnya terdistribusi ke transportasi umum.

Pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 sendiri mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 59 Tahun 2026 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 (1447 H), dengan pengelolaan operasional yang terus dipantau secara terpadu.

Berdasarkan data harian, jumlah keberangkatan penumpang pada H-1 (20 Maret 2026) mencapai 915.635 orang. Perkeretaapian mencatat 302.823 penumpang, terdiri dari 178.006 penumpang antarkota dan 124.817 penumpang regional. Angkutan udara sebanyak 207.261 penumpang, dengan rincian 161.598 domestik dan 45.663 internasional. Angkutan laut mencatat 54.693 penumpang, penyeberangan 189.804 penumpang, dan angkutan darat 161.054 penumpang, terdiri dari 145.340 pengguna bus dan 15.714 travel.

Dari sisi ketepatan waktu (on time performance/OTP), perkeretaapian masih menjadi yang paling konsisten dengan capaian 98,20% untuk antarkota dan 98,90% untuk regional. Angkutan laut juga mencatat OTP tinggi sebesar 95,70%. Namun, sektor lain masih menghadapi tantangan, terutama penyeberangan dengan OTP 63,19% dan angkutan darat 72,49%. Bahkan, penerbangan internasional hanya mencatat OTP 70,24%, yang mengindikasikan masih adanya persoalan operasional.

Kementerian Perhubungan menyatakan terus memastikan penyelenggaraan Angkutan Lebaran berjalan dengan mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kelancaran melalui koordinasi lintas sektor serta pemantauan intensif di seluruh simpul transportasi.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Ernita Titis Dewi, mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi arus balik yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 24 Maret 2026 (H+3).

“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal menghindari waktu-waktu puncak, serta mempertimbangkan alternatif jadwal perjalanan guna mengurangi kepadatan serta memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman,” ujar Titis, Sabtu (21/3/2026)

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan pribadi sebelum perjalanan. “Pastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, membawa obat-obatan pribadi, serta memastikan kesiapan kendaraan sebelum melakukan perjalanan. Gunakan moda transportasi yang resmi dan berizin serta manfaatkan informasi terkini dari kanal resmi pemerintah. Kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan juga menjadi kunci dalam menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan selama arus balik Lebaran 2026,” tambahnya.

Dengan lonjakan mobilitas yang terus meningkat setiap tahun, tantangan ke depan tidak hanya soal kapasitas, tetapi juga konsistensi layanan dan pemerataan kualitas antar moda—yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam sistem transportasi nasional.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

55 Persen Perjalanan Bus Terindikasi Melanggar, Penyimpangan Trayek Mendominasi
Feeder LRT Palembang Disetop, Djoko Setijowarno Bongkar Masalah Transportasi Publik
Gus Rivqy Desak Garuda Indonesia Berbenah Total, Kerugian Jadi Alarm Transformasi
Tol Jakarta-Cikampek Diperbaiki hingga 7 November, Ini 3 Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara
Pontianak Siapkan 19 Bus Modern Mulai 2027, Ini Dua Rute yang Akan Dilayani
Cuma Pasang Stiker Reflektif, JMTO Berhasil Tekan Kecelakaan di Tol Pandaan–Malang
Pendapatan Jasa Marga Tembus Rp15,6 Triliun, Laba Bersih Kuartal III 2026 Capai Rp2,7 Triliun
Hujan Deras Picu Longsor di Sipirok, Separuh Badan Jalan Amblas

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:15 WIB

55 Persen Perjalanan Bus Terindikasi Melanggar, Penyimpangan Trayek Mendominasi

Senin, 2 November 2026 - 09:24 WIB

Feeder LRT Palembang Disetop, Djoko Setijowarno Bongkar Masalah Transportasi Publik

Minggu, 1 November 2026 - 10:15 WIB

Gus Rivqy Desak Garuda Indonesia Berbenah Total, Kerugian Jadi Alarm Transformasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Tol Jakarta-Cikampek Diperbaiki hingga 7 November, Ini 3 Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Pontianak Siapkan 19 Bus Modern Mulai 2027, Ini Dua Rute yang Akan Dilayani

Berita Terbaru