JAKARTA – Jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang terus berkembang diyakini akan menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat saat Mudik Lebaran 2026. Infrastruktur yang dibangun dan dikelola oleh PT Hutama Karya (Persero) ini dinilai mampu membuat perjalanan antarkota di Pulau Sumatera jauh lebih efisien, aman, dan nyaman bagi para pemudik.
Akademisi Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, mengatakan perkembangan JTTS menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Transformasi Jalan Tol Trans Sumatera yang berada di bawah pengelolaan Hutama Karya kini telah mencapai panjang 822,609 kilometer. Jaringan ini menjadi salah satu infrastruktur strategis yang akan sangat membantu kelancaran mobilitas masyarakat, terutama pada periode Mudik Lebaran 2026,” kata Djoko, Jumat (6/3/2926).
Hingga Agustus 2025, jaringan jalan tol di Pulau Sumatera mencatat progres yang cukup pesat. Dalam ekosistem konektivitas tersebut, Hutama Karya memegang peran penting dengan mengelola 14 ruas jalan tol yang menjadi bagian dari JTTS.
Secara keseluruhan, panjang jalan tol yang dikelola mencapai 822,609 km, dengan 692,854 km dari 12 ruas telah beroperasi penuh dengan tarif normal.
Kabar baik bagi pemudik tahun ini, ruas Betung–Tempino–Jambi Seksi 3 sepanjang 52,2 km sudah mulai dioperasikan, meski sementara ini belum dikenakan tarif.
Selain itu, untuk membantu mengurai kepadatan arus lalu lintas selama musim mudik, beberapa ruas juga akan dibuka secara fungsional sepanjang 77,555 km, yakni:
Ruas Sigli–Banda Aceh Seksi 1
Ruas Palembang–Betung Seksi 1 dan Seksi 2
Langkah ini diharapkan mampu memperlancar pergerakan kendaraan di sejumlah titik yang selama ini menjadi simpul kemacetan.
Konektivitas Sumatera hingga Jawa
Jaringan tol yang dikelola Hutama Karya saat ini mencakup berbagai koridor strategis di Sumatera. Di wilayah utara dan tengah, ruas yang telah beroperasi antara lain Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6 (48,584 km), Pekanbaru–Kota Kampar (34,95 km), Pekanbaru–Dumai (131,69 km), hingga Padang–Sicincin (35,45 km).
Selain itu, terdapat pula ruas Bengkulu–Taba Penanjung (16,725 km), Binjai–Langsa (57,225 km), serta Indrapura–Kisaran (47,75 km).
Untuk wilayah Sumatera Selatan hingga Lampung, jalur yang tersedia meliputi Palembang–Indralaya (21,93 km), Indralaya–Prabumulih (63,5 km), hingga ruas terpanjang Terbanggi Besar–Kayu Agung (189,4 km).
Tak hanya di Sumatera, pengelolaan Hutama Karya juga mencakup dua ruas di Pulau Jawa, yakni Akses Tanjung Priok (11,4 km) dan JORR-S (14,25 km).
Ribuan Petugas Siaga
Menyambut arus mudik Lebaran 2026, Hutama Karya juga menyiapkan ekosistem pelayanan yang cukup lengkap di sepanjang jaringan JTTS.
Sebanyak 3.273 petugas dan 467 armada operasional disiagakan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal. Sistem pemantauan juga diperkuat dengan 1.547 unit CCTV dan 107 panel Variable Message Sign (VMS) yang memberikan informasi lalu lintas secara real-time kepada pengguna jalan.
Selain itu, tersedia 61 gerbang tol serta 37 titik top up saldo uang elektronik guna mempermudah transaksi para pengguna jalan tol.
Rest Area dan Fasilitas Lengkap
Kenyamanan pemudik juga menjadi perhatian utama. Pada Mudik Lebaran 2026, terdapat 31 titik Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area yang mampu menampung hampir 5.966 kendaraan secara bersamaan.
Fasilitas tersebut dilengkapi dengan berbagai layanan penunjang seperti:
23 titik pengisian BBM (6 SPBU reguler dan 17 SPBU modular)
19 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)
2 ATM mobile
2.967 unit toilet
25 klinik kesehatan
27 ruang laktasi
Fasilitas tersebut diharapkan dapat membuat perjalanan mudik menjadi lebih nyaman bagi seluruh keluarga.
Dampak Besar bagi Perjalanan
Menurut Djoko, keberadaan JTTS memberikan berbagai manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya adalah pemangkasan waktu tempuh perjalanan yang sangat signifikan.
“Perjalanan dari Jakarta menuju Palembang yang dulu bisa memakan waktu sekitar 15 hingga 20 jam, kini dapat ditempuh hanya sekitar 8 sampai 10 jam, termasuk waktu penyeberangan Merak–Bakauheni,” jelasnya.
Efisiensi juga dirasakan pada rute Palembang–Betung, yang sebelumnya sering terjebak kemacetan di jalur lintas timur. Dengan adanya jalan tol, perjalanan kini diperkirakan hanya memakan waktu sekitar satu jam.
Hal serupa juga terjadi pada rute Medan menuju Danau Toba. Jika sebelumnya perjalanan bisa mencapai 4 hingga 6 jam, kini waktu tempuhnya hanya sekitar 2 hingga 3 jam.
“Secara umum, kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera mampu memangkas rata-rata sekitar 50 persen waktu perjalanan di berbagai wilayah Sumatera,” kata Djoko.
Tol Fungsional Gratis Saat Lebaran
Pada musim mudik 2026, beberapa ruas tol baru juga akan dioperasikan secara fungsional tanpa dikenakan tarif.
Salah satunya Ruas Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 sepanjang 53,6 km, yang menjadi alternatif penting untuk menghindari kemacetan di pusat Kota Palembang menuju arah utara.
Sementara itu di Aceh, Ruas Sigli–Banda Aceh Seksi 1 sepanjang 23,955 km telah dioperasikan secara fungsional sejak 7 Desember 2025 untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Perjalanan Lebih Aman dan Hemat
Djoko menambahkan, jalan tol juga menawarkan tingkat keselamatan yang lebih baik dibandingkan jalur arteri nasional.
“Standar jalan yang lebih baik membantu mengurangi risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang sempit, rusak, atau karena pengemudi kelelahan,” ujarnya.
Selain meningkatkan keamanan, tol juga dinilai mampu menekan biaya operasional kendaraan. Kecepatan berkendara yang lebih stabil membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien dan mengurangi risiko kerusakan kendaraan.
Di sisi lain, keberadaan JTTS juga membantu mendistribusikan arus kendaraan sehingga Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tidak lagi terlalu padat.
“Dengan semakin banyak kendaraan beralih ke jalan tol, jalur arteri menjadi lebih lancar. Ini menguntungkan kendaraan logistik maupun masyarakat lokal yang tetap menggunakan jalan nasional,” kata Djoko.
Ia menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur dan layanan JTTS menunjukkan komitmen kuat Hutama Karya dalam mendukung kelancaran arus mudik.
“Jalan Tol Trans Sumatera bukan sekadar memangkas jarak perjalanan, tetapi juga menghadirkan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan bermakna bagi masyarakat yang ingin pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga,” pungkasnya.
Penulis : lazir
Editor : ameri












