JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kekosongan posisi Wakil Menteri Pertanian tidak akan menghambat jalannya berbagai program strategis di sektor pertanian.
Ia menegaskan, seluruh proses penunjukan pejabat tersebut merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto, sementara Kementerian Pertanian tetap fokus menjalankan agenda penguatan ketahanan pangan nasional.
Pernyataan itu disampaikan Amran usai menerima audiensi dengan sejumlah pihak di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Seperti diketahui, jabatan Wakil Menteri Pertanian masih kosong setelah Sudaryono dilantik Presiden Prabowo sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu (22/7/2026).
Menanggapi pertanyaan mengenai siapa yang akan mengisi kursi Wakil Menteri Pertanian, Amran memilih menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden.
“Penunjukan Wakil Menteri merupakan kewenangan Presiden. Kami mengikuti keputusan beliau. Apa pun keputusan Presiden, itu yang terbaik,” ujar Amran.
Saat ditanya apakah dirinya telah mengusulkan nama tertentu kepada Presiden, Amran tidak memberikan jawaban secara rinci. Ia kembali menegaskan bahwa proses pengangkatan Wakil Menteri sepenuhnya berada di tangan kepala negara.
Amran juga memastikan belum adanya Wakil Menteri Pertanian tidak akan mengganggu pelaksanaan program-program prioritas Kementerian Pertanian.
“Tidak, sama sekali tidak. Insya Allah seluruh program tetap berjalan sesuai rencana,” katanya.
Menurut Amran, perhatian utama Kementerian Pertanian saat ini adalah mempercepat berbagai program strategis untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Upaya tersebut meliputi perluasan areal tanam, peningkatan produktivitas pertanian, hingga penguatan infrastruktur sumber daya air guna menghadapi musim kemarau.
Ia menjelaskan pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum agar kebutuhan air di kawasan pertanian tetap terpenuhi.
“Koordinasi dengan Kementerian PU sudah berjalan sejak dua tahun terakhir. Pembangunan irigasi, embung, pompanisasi, irigasi perpompaan, waduk, hingga bendungan terus dilaksanakan untuk mendukung sektor pertanian,” jelasnya.
Amran menambahkan, sinergi antarkementerian menjadi kunci dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus mengurangi risiko kekeringan di berbagai sentra produksi pangan.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis target peningkatan produksi pangan, penguatan ketahanan pangan nasional, dan peningkatan kesejahteraan petani dapat terus dicapai sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Penulis : lazir
Editor : ameri












