JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meresmikan Workshop Kejuruan Otomotif – Electric Vehicle (EV) dan secara resmi membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap II Tahun 2025 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/7/2025).
Acara ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan PT Chery Sales Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, turut dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker dengan PT Chery Sales Indonesia. Kerja sama ini mencakup penyusunan kurikulum, penyediaan instruktur dan sarana, hingga pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi di bidang otomotif dan elektronika.
“Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri kendaraan listrik. Namun, semua itu akan sia-sia jika tidak ditopang oleh SDM yang kompeten dan adaptif,” ujar Menaker Yassierli dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kualitas tenaga kerja nasional, khususnya di sektor kendaraan listrik yang diprediksi akan tumbuh pesat ke depan.
Menaker juga menyoroti masih adanya mismatch antara keterampilan tenaga kerja dan kebutuhan industri. Untuk itu, pemerintah terus mendorong pelatihan vokasi berbasis teknologi informasi dan industri 4.0, dengan lebih dari 300 instruktur telah dilatih di berbagai balai pelatihan.
“Dengan dukungan dunia usaha, pelatihan ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengangguran, tetapi juga mendorong ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Dirjen Binalavotas Kemnaker, Agung Nur Rohmad, menyebut bahwa sinergi pemerintah dan swasta menjadi kunci menghadapi tantangan ketenagakerjaan nasional.
“Tantangan utama kita adalah memastikan lulusan pelatihan benar-benar siap kerja. Kolaborasi seperti ini menjadi sangat penting,” ujarnya.
Sementara itu, President Director PT Chery Sales Indonesia, Zheng Shuo, menekankan pentingnya upskilling dalam menyongsong transisi energi. Ia menyebut bahwa teknisi kendaraan konvensional hanya memerlukan 1–2 minggu pelatihan untuk beralih ke kendaraan listrik, selama pelatihannya tepat sasaran.
“Kolaborasi ini bukan hanya menjawab tantangan jangka pendek, tetapi juga membentuk fondasi kuat bagi ekosistem otomotif berbasis energi bersih di Indonesia,” tutup Zheng Shuo.
Penulis : lazir
Editor : ameri






