Lulusan SMA-SMK Bisa Ikut Pelatihan Gratis, Kemanaker Buka Program Vokasi 2026

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menaker Yassierli dalam konferensi pers di kantor Kemnaker (dok. rentak.id)

Menaker Yassierli dalam konferensi pers di kantor Kemnaker (dok. rentak.id)

JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemanaker) resmi meluncurkan Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026, sebuah inisiatif pelatihan kerja gratis yang menyasar lulusan SMA dan SMK dalam tiga tahun terakhir. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri sekaligus mempercepat kesiapan kerja generasi muda Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa program vokasi tahun ini difokuskan pada keterampilan yang benar-benar relevan dengan dunia kerja.

“Program vokasi tahun 2026 kami hadirkan sebagai kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, dan seluruh proses pelatihannya tidak dipungut biaya,” ujar Yassierli dalam konferensi pers di kantor Kemnaker, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, pelatihan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter kerja yang dibutuhkan industri modern.
“Kami ingin peserta tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki disiplin, etos kerja, dan sikap profesional yang dibutuhkan industri,” jelasnya.

Program ini akan digelar dalam tiga gelombang dengan target total 60 ribu peserta. Setiap gelombang dirancang menjangkau sekitar 20 ribu lulusan SMA dan SMK. Pelatihan dilaksanakan di 33 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas serta unit layanan kementerian di tingkat provinsi.

Ratusan kelas disiapkan dengan metode tatap muka, daring, dan hybrid. Durasi pelatihan menyesuaikan kompetensi yang dipelajari, mulai dari dua minggu hingga beberapa bulan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai program ini menjadi bagian penting dari strategi peningkatan kualitas tenaga kerja nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Program ini disusun untuk mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja, baik pada level hard skill maupun soft skill,” kata Airlangga. Ia menambahkan, kurikulum pelatihan dirancang dengan pendekatan link and match agar lulusan dapat langsung terserap pasar kerja.

Pemerintah juga mendorong lulusan SMA dan SMK dalam tiga tahun terakhir untuk memanfaatkan program ini sebagai sarana reskilling dan upskilling. Informasi dan pendaftaran tersedia melalui portal resmi Skillhub Kemnaker, dengan imbauan agar masyarakat mewaspadai situs palsu yang mengatasnamakan program pelatihan.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup
Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Berita Terbaru