JAKARTA – Dunia musik Indonesia berduka. Musisi legendaris Darmawan Kusumawardhana Hardjakusumah, atau lebih dikenal sebagai Acil Bimbo, meninggal dunia pada Senin (1/9/2025) pukul 22.13 WIB di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh sang keponakan sekaligus manajer, Fathir, Selasa (2/9/202) dini hari.
“Iya, benar. Jam 22.15 tadi malam (Senin, 1 September 2025),” kata Fathir.
Acil Bimbo baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-82 pada 20 Agustus lalu. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Cimahi pada Selasa (2/9/2025).
Pemilik nama lengkap Raden Darmawan Dajat Hardjakusumah, S.H., M.Kn. ini dikenal sebagai salah satu pilar penting dalam grup musik legendaris Bimbo. Sebelum terbentuknya Bimbo, Acil bersama saudaranya, Sam, sempat mendirikan band The Aulas saat masih SMA. Grup itu kemudian berganti nama menjadi Aneka Nada dan bahkan sempat diperkuat oleh Guntur Soekarnoputra. Namun, karena perbedaan visi, grup tersebut bubar pada 1965.
Setahun kemudian, lahirlah Bimbo yang digawangi oleh Acil, Sam, dan Jaka. Pada awal 1970-an, mereka menambah personel baru, Iin Parlina, sang adik bungsu. Meski sempat ditolak perusahaan rekaman, Bimbo tetap berjuang dengan ciri khas musik yang dipengaruhi tembang Sunda dan sentuhan Latin. Ketekunan mereka akhirnya membuahkan kesuksesan, menjadikan Bimbo salah satu grup musik paling berpengaruh di Indonesia.
Acil menikah dengan Ernawati dan dikaruniai empat anak serta beberapa cucu. Dalam beberapa tahun terakhir, ia diketahui berjuang melawan sejumlah penyakit, termasuk kanker paru-paru. Pada 2024, ia juga sempat mengalami patah tulang serius.
Pada Februari 2025, Fathir sempat menyampaikan kondisi pamannya tersebut. “Beliau memang sakit keras. Tapi beliau masih semangat untuk beraktivitas,” ujarnya kala itu.
Meski sakit, semangat Acil untuk tetap berkarya dan bersama keluarga tidak pernah pudar hingga akhir hayatnya.
Kepergian Acil Bimbo menjadi kehilangan besar bagi dunia musik Indonesia. Doa dan penghormatan terus mengalir dari keluarga, sahabat, dan para penggemar.
Penulis : lazir
Editor : ameri













