Layanan Haji 2025 Hampir Rampung, Jemaah Indonesia Tak Akan Tempati Mina Jadid, Ini Alasannya

- Penulis

Kamis, 16 Januari 2025 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto (dok.istimewa)

Foto (dok.istimewa)

Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M oleh pemerintah hampir selesai. Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan sejumlah aspek seperti konsumsi, pemondokan, transportasi, hingga layanan Masyair telah memasuki tahap akhir. Hal ini disampaikan Menag saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta usai kunjungan kerjanya ke Arab Saudi.

“Kami baru saja kembali setelah menyelesaikan serangkaian lobi dan penandatanganan MOU dengan Pemerintah Arab Saudi. Alhamdulillah, semua target tercapai, bahkan kunjungan dipersingkat untuk efisiensi waktu,” ujar Menag di Gedung VVIP Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (16/1/2025).

Salah satu poin penting yang berhasil dicapai adalah kepastian lokasi penempatan jemaah haji Indonesia di Mina. “Kami meminta agar jemaah Indonesia tidak ditempatkan di Mina Jadid untuk menghindari polemik khilafiah. Meski secara mazhab modern tidak ada masalah, kami tetap meminta lokasi di Mina sebagai prioritas,” ungkapnya.

Pada musim haji tahun ini, jemaah Indonesia rencananya akan menempati zona 3 dan 4 di wilayah Mina, seperti tahun sebelumnya.

Menag juga menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan ibadah haji secara profesional dan transparan. “Tidak akan ada praktik menyimpang. Kami berusaha memenuhi harapan masyarakat agar biaya haji lebih terjangkau dengan pelayanan yang optimal,” tambahnya.

Persiapan Fisik dan Pemahaman Manasik

Menteri Agama turut memberikan pesan kepada calon jemaah haji, mengingat waktu keberangkatan hanya tinggal empat bulan.

“Persiapkan fisik dengan baik karena perubahan cuaca di Arab Saudi cukup ekstrem,” imbau Menag. Ia juga meminta agar jemaah mematuhi arahan petugas haji, terutama mengenai barang bawaan.

“Tolong fokuskan niat hanya untuk beribadah. Ikuti arahan petugas, terutama soal apa yang boleh dan tidak boleh dibawa,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah telah memperbarui materi manasik haji dengan menambahkan elemen tasawuf, fikih, dan nilai-nilai filosofis. “Kami ingin pelaksanaan haji tahun ini tidak hanya sesuai syariat, tetapi juga melahirkan jemaah yang memahami makna mendalam dari ibadah haji. Insya Allah, kita semua berharap dapat melahirkan haji yang mabrur,” pungkasnya. (***)

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru