KPU: Pilkada Serentak 2024 Tidak Sepanas Pilkada Tahun Sebelumnya

- Penulis

Kamis, 12 Oktober 2023 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari

Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari

RENTAK.ID, JAKARTA – Pilkada Serentak 2024 tidak akan panas atau persaingan seperti pilkada tahun sebelumnya. Karena, parpol peserta Pemilu 2024 pastinya menunggu hasil pemungutan suara pesta demokrasi lima tahunan lebih dahulu.

Terkait itu, Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari pun merasa optimis. Alasannya, Pilkada Serentak 2024 tidak akan panas atau persaingan seperti pilkada tahun sebelumnya. Terutama, katanya, parpol menunggu hasil Pemilu 2024 untuk DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota. Hasilnya, pastinya dijadikan parpol untuk menentukan pencalonan kepala daerah, di Pilkada 2024.

“Nanti coblosan Pemilu 2024 pada 14 Februari, 35 hari kemudian harus sudah ada penetapan hasil pemilu secara nasional. Sehingga, kurang lebih 20 Maret (2024), tahu hasil pemilu terutama untuk DPRD Provinsi, kabupaten/kota,” kata Hasyim dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis (12/10/2023).

Karena hasil pemilu tidak dapat diprediksi, menurut Hasyim, parpol dipastikan akan menahan diri. Yakni, dalam konteks kompetisi Pilkada Serentak 2024.

“Konfliknya tidak keras, karena sama-sama menunggu hasil suaranya di DPRD, berapa yang dijadikan modal untuk syarat pencalonan pilkada. Sehingga sangat mungkin situasinya terjadi sekarang sedang sebagai lawan atau kompetitor,” ucap Hasyim.

Kemudian, Hasyim menuturkan, situasi lainnya dalam pilkada, koalisi juga belum terbentuk secara pasti. Kondisi tersebut, sangat berbeda ketika zaman Pilkada 2017 DKI Jakarta.

“Dalam situasi yang lain, dalam pilkada, bisa jadi menjadi kawan dalam suatu koalisi, demikian juga dalam pemilu presiden. Di satu sisi jadi kawan satu koalisi, tapi di waktu yang bersamaan jadi kompetitor untuk pemilu legislatif,” ujar Hasyim.

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru