RENTAK.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan di wilayah Maluku Utara dan Jakarta. Operasi tersebut menangkap beberapa pejabat, termasuk Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba dalam operasi yang dilakukan secara diam-diam (senyap).
“Di antaranya Gubernur Maluku Utara dan beberapa pejabat lainnya, serta pihak swasta,” kata juru bicara KPK, Ali Fikri pada Selasa (19/12/2023).
Ali mengatakan bahwa KPK telah menangkap 15 orang secara total, termasuk Abdul Gani. Mereka berhasil ditangkap di kawasan Jakarta Selatan dan Kota Ternate. Menurut Ali, para penyidik masih meminta keterangan dari para pihak yang telah ditangkap.
Hingga saat ini, Ali belum memberikan informasi mengenai kasus korupsi yang diduga menyeret Abdul Gani dan para pejabat lainnya. KPK memiliki waktu 1×24 jam pasca operasi untuk menentukan status hukum yang berlaku bagi para tahanan, termasuk Abdul Gani.
Abdul Ghani merupakan gubernur Maluku Utara yang telah menjabat dalam dua periode sejak 2014-2019 dan 2019-2024. Sebelum menjabat sebagai gubernur, ia menduduki jabatan wakil gubernur Maluku Utara pada periode 2008-2013.
Abdul Ghani merupakan sosok penting dalam organisasi AlKhairaat yang berpusat di Maluku Utara. Organisasi Islam tersebut didirikan pada tahun 1930 di Palu, Sulawesi Tengah oleh Sayyid Idrus Bin Salim Al-Jufri.
Abdul Ghani menghabiskan masa kecilnya di sekolah yang didirikan oleh Yayasan AlKhairaat, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Madrasah Mualimin Alkhairaat setingkat SMA. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, ia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Dakwah Universitas Islam Madinah.
Abdul Ghani terkenal aktif dalam mengabdikan dirinya pada Yayasan AlKhairaat. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Inspeksi Maluku Utara-Irian Jaya Alkhairaat pada 1983-1990 dan Wakil Ketua Komisaris Al Khairat Maluku Utara-Irian Jaya.
Selain di AlKhairaat, Abdul Ghani juga sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Ulama Provinsi Maluku Utara pada 1994-1999. Ia juga aktif dalam kegiatan politik dan bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada tahun 2003. Ia sempat menjabat sebagai Ketua Badan Pembina Umat PKS Provinsi Maluku Utara.













