JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga non-pemerintah, akademisi, dan aktivis lingkungan, dalam menyusun peta potensi Other Effective Area-Based Conservation Measures (OECM). Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat perluasan kawasan konservasi laut di Indonesia hingga 30 persen pada tahun 2045.
Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut, Victor Gustaaf Manoppo, pendekatan berbasis OECM sangat krusial dalam mendukung program ekonomi biru yang berkelanjutan.
“KKP berkomitmen untuk memperluas kawasan konservasi laut melalui pendekatan OECM yang tertuang dalam dokumen MPA Vision 30×45. Ini adalah langkah besar untuk memastikan perlindungan ekosistem laut yang vital dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat lokal,” ujar Victor, Selasa (12/11/2024)
OECM, yang merupakan alternatif langkah konservasi selain kawasan konservasi resmi, akan fokus pada pembaruan data dan informasi untuk mengidentifikasi lokasi yang berpotensi untuk pelaksanaan program tersebut. Sinergi dengan berbagai organisasi, seperti WWF, Konservasi Indonesia (KI), Rare, Rekam Nusantara, Coral Triangle Center (CTC), dan Pesisir Lestari (YPL), menjadi bagian penting dalam merumuskan peta potensi OECM ini.
Firdaus Agung, Direktur Konservasi Ekosistem dan Biota Perairan, menambahkan bahwa kolaborasi ini juga melibatkan masyarakat dalam perumusan definisi dan kriteria OECM melalui serangkaian pertemuan yang melibatkan berbagai model konservasi berbasis masyarakat.
“Kami telah melakukan uji petik di beberapa wilayah, melibatkan masyarakat untuk melihat kesesuaian dan mendengar masukan mereka tentang implementasi OECM di lapangan,” jelas Firdaus.
Pendekatan OECM memberikan peluang besar untuk melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.
“Melalui pendekatan ini, kami juga berharap dapat mendokumentasikan praktik konservasi berbasis masyarakat yang selama ini belum tercatat secara formal,” tambahnya.
Pada Konferensi Keanekaragaman Hayati (COP-CBD) ke-16, Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat konservasi laut sebagai bagian dari upaya mencapai ekonomi biru yang berkelanjutan. Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, strategi konservasi ini menjadi andalan Indonesia dalam memulihkan ekosistem kelautan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesehatan laut dan mendukung ekonomi biru di masa depan. ***






