Kereta Cepat Whoosh Kini Dioperasikan 100% oleh SDM Indonesia: Ini Rinciannya

- Penulis

Jumat, 11 April 2025 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masinis Whoosh kiini 100 Persen SDM Indonesia (dok. rentak.id)

Masinis Whoosh kiini 100 Persen SDM Indonesia (dok. rentak.id)

JAKARTA – Indonesia mencetak sejarah baru dalam dunia transportasi modern. Per 10 April 2025, seluruh perjalanan Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) kini sepenuhnya dijalankan oleh sumber daya manusia (SDM) Indonesia, menandai fase baru kemandirian dalam pengoperasian kereta cepat pertama di Asia Tenggara.

Peralihan penuh ini ditandai dengan serah terima resmi dari masinis dan teknisi asal Tiongkok kepada pihak PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), yang berlangsung mulus setelah proses pelatihan dan transfer pengetahuan selama lebih dari satu tahun.

“Ini adalah pencapaian luar biasa yang menunjukkan bahwa putra-putri bangsa mampu menguasai teknologi tinggi dan memenuhi standar keselamatan internasional,” ungkap General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, Kamis,  (11/4/2025).

Eva menjelaskan, saat ini terdapat 34 masinis dan 21 teknisi Indonesia yang telah resmi mengoperasikan 62 perjalanan Whoosh setiap harinya. Tak hanya itu, 33 masinis dan 14 teknisi lainnya dijadwalkan menyusul untuk mengikuti proses serah terima serupa pada Agustus 2025.

Menurut Eva, seluruh personel telah menjalani pelatihan intensif sejak Februari 2023. “Mereka mendapatkan pembekalan komprehensif mulai dari teori, praktik langsung, on-the-job training, asesmen dari tenaga ahli Tiongkok, hingga sertifikasi dari Kementerian Perhubungan. Semua dilakukan demi memastikan kesiapan dan keselamatan optimal di lapangan,” jelasnya.

Menariknya, proses alih teknologi (transfer knowledge) untuk masinis Whoosh berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan standar internasional. Jika biasanya di Tiongkok butuh waktu hingga tiga tahun, di Indonesia proses ini rampung hanya dalam 1,5 tahun. Hal ini dimungkinkan karena para masinis tersebut sebelumnya telah berpengalaman sebagai masinis kereta konvensional milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), dengan catatan pengalaman lebih dari 3.000 jam perjalanan atau 100.000 kilometer.

Tak hanya masinis dan teknisi, seluruh lini pelayanan dalam operasional Whoosh kini juga telah dikelola oleh SDM lokal—mulai dari chief conductor, kondektur, pramugari, petugas keamanan, hingga petugas kebersihan. Ini menjadi bukti konkret bahwa Indonesia kini mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam menjalankan moda transportasi berteknologi tinggi.

“Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa SDM Indonesia mampu mengoperasikan moda transportasi modern dengan teknologi terbaru serta standar keselamatan yang tinggi,” tutup Eva dengan optimistis.

Dengan kemandirian ini, Indonesia tak hanya membuktikan kemampuannya menguasai teknologi kereta cepat, namun juga membuka jalan bagi pengembangan lebih lanjut sektor transportasi masa depan di tanah air. ***

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru