Kemnaker dan PII Teken MoU Pengembangan SDM Insinyur untuk Industrialisasi 2045

- Penulis

Minggu, 6 Juli 2025 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) (dok.rentak.id)

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) (dok.rentak.id)

JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bertajuk “Sinergi Program Pengembangan Keinsinyuran Bidang Ketenagakerjaan”, sebagai langkah konkret memperkuat kapasitas SDM keinsinyuran Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan industri nasional.

Penandatanganan MoU tersebut berlangsung Sabtu (5/7/2025) di ICE BSD, Tangerang, Banten, sebagai bagian dari rangkaian acara Seminar Nasional Outlook Industrialisasi Indonesia 2045, Kongres Luar Biasa (KLB), dan Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) PII tahun 2025.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan tonggak strategis untuk membangun ekosistem keinsinyuran yang lebih inklusif, unggul, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja masa depan.

“MoU ini menyatukan keahlian dan sumber daya antara Kemnaker dan PII untuk memperkuat sektor ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan daya saing insinyur Indonesia di era industri modern,” ujar Cris.

Kerja sama ini mencakup interoperabilitas dan pertukaran data tenaga kerja keinsinyuran, peningkatan kompetensi SDM teknik, serta perluasan kesempatan kerja bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, perempuan, dan pemuda di sektor keinsinyuran.

Kemnaker dan PII juga sepakat untuk mempercepat implementasi teknis melalui perjanjian kerja sama antar-unit, agar program-program ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh para insinyur dan pencari kerja di sektor teknik.

“Kami dorong percepatan aksi nyata dari nota kesepahaman ini agar benar-benar membuka peluang kerja dan akses pelatihan maupun sertifikasi yang lebih luas,” tegas Cris.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Indonesia menuju Visi Industrialisasi 2045, yang menempatkan peran insinyur sebagai pilar utama dalam menciptakan transformasi industri berkelanjutan dan berdaya saing global.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya
BSU 2026 Rp900 Ribu, Ini Syarat Penerima dan Batas Gaji yang Ditetapkan Kemnaker

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:51 WIB

90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terbaru