Kementerian PU Perpanjang Runway Bandara Bandanaira Jadi 2,2 Km, Dorong Pariwisata Kepulauan Banda

- Penulis

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Landasan pacu (runway) Bandara Bandanaira (foto. pu)

Landasan pacu (runway) Bandara Bandanaira (foto. pu)

AMBON – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat upaya pengembangan kawasan wisata Kepulauan Banda, Maluku, dengan rencana memperpanjang landasan pacu (runway) Bandara Bandanaira hingga mencapai 2,2 kilometer.

Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas menuju destinasi wisata unggulan tersebut sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana Gunung Api Banda.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, pengembangan bandara merupakan tindak lanjut atas usulan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang menginginkan peningkatan kapasitas Bandara Bandanaira. Saat ini, runway bandara hanya memiliki panjang sekitar 900 meter dengan lebar 30 meter sehingga belum mampu melayani pesawat berbadan lebih besar.

“Kami akan berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memperpanjang runway Bandara Bandanaira menjadi sekitar 2,1 hingga 2,2 kilometer. Dengan begitu, pesawat berkapasitas lebih besar dapat mendarat sehingga akses menuju Kepulauan Banda akan semakin mudah dan nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat,” ujar Dody saat meninjau Bandara Bandanaira di Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Sabtu (11/7/2026).

Menurut Dody, peningkatan panjang landasan pacu akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata. Kepulauan Banda yang dikenal sebagai destinasi wisata sejarah, rempah-rempah, dan bahari memiliki potensi besar untuk menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara apabila didukung akses transportasi yang memadai.

Dukung Pariwisata Sekaligus Mitigasi Bencana

Selain mendorong sektor pariwisata, perpanjangan runway juga memiliki fungsi strategis dalam menghadapi ancaman bencana alam. Kepulauan Banda berada di kawasan cincin api (Ring of Fire) yang memiliki aktivitas vulkanik cukup tinggi sehingga membutuhkan sarana transportasi yang mampu mendukung proses tanggap darurat.

“Pulau Banda berada di kawasan rawan bencana karena dekat dengan gunung berapi yang sewaktu-waktu dapat mengalami erupsi. Dengan kondisi runway saat ini yang panjangnya belum mencapai satu kilometer, pesawat besar seperti Hercules belum bisa mendarat. Karena itu, perpanjangan runway menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk mendukung evakuasi maupun distribusi bantuan saat terjadi keadaan darurat,” jelas Dody.

Ia menambahkan, keberadaan landasan pacu yang lebih panjang nantinya akan mempercepat mobilisasi personel, logistik, hingga bantuan kemanusiaan apabila terjadi bencana, sehingga keselamatan masyarakat dapat lebih terjamin.

Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur transportasi ini mampu menghadirkan dua manfaat sekaligus, yakni meningkatkan daya saing pariwisata Kepulauan Banda dan memperkuat sistem mitigasi bencana di wilayah tersebut.

Sementara itu, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir menyambut positif komitmen Pemerintah Pusat dalam mengembangkan Bandara Bandanaira. Menurutnya, peningkatan fasilitas bandara merupakan langkah strategis untuk membuka akses yang lebih luas menuju Kepulauan Banda sebagai destinasi wisata kelas dunia.

“Pengembangan Bandara Bandanaira merupakan langkah yang sangat fundamental bagi kemajuan Kepulauan Banda. Kami optimistis dengan akses transportasi yang semakin baik, jumlah wisatawan akan meningkat, investasi akan tumbuh, dan pada akhirnya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” kata Zulkarnain.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta
KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya
DPD RI Minta TKD dalam RAPBN 2027 Naik Jadi Rp760 Triliun, Ini Alasannya
Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya
Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi
Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor
Indonesia-Filipina Percepat MoU Tata Kelola Migrasi Tenaga Kerja
Bencana NTT, BULOG Salurkan 1,84 Juta Kg Beras dan Siapkan Stok 93,7 Juta Kg

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:16 WIB

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta

Kamis, 17 September 2026 - 10:09 WIB

KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya

Kamis, 17 September 2026 - 07:38 WIB

Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya

Rabu, 16 September 2026 - 10:07 WIB

Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi

Selasa, 15 September 2026 - 17:29 WIB

Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor

Berita Terbaru