JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus menggenjot pemerataan kunjungan wisatawan di Bali dan sekitarnya melalui promosi kawasan Buleleng, Jembrana, dan Banyuwangi atau yang dikenal sebagai kawasan 3B. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketimpangan arus wisata yang selama ini masih terpusat di Bali Selatan sekaligus memperluas manfaat ekonomi pariwisata ke wilayah lain yang memiliki potensi besar.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Forum Table Top Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) 3B yang mempertemukan pelaku usaha pariwisata, agen perjalanan, dan pemerintah daerah guna memperkuat promosi destinasi Bali Utara, Bali Barat, dan Banyuwangi.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan forum tersebut merupakan salah satu strategi untuk menjawab tantangan utama pariwisata Bali yang masih didominasi kunjungan ke kawasan selatan pulau.
“Program promosi 3B merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Pariwisata, pemerintah daerah, dan seluruh pelaku industri pariwisata di ketiga kabupaten. Tujuannya jelas, yakni memperpanjang lama tinggal wisatawan atau length of stay sekaligus meningkatkan nilai belanja mereka. Kami berharap forum ini menjadi wadah lahirnya transaksi bisnis dan kemitraan antara penjual dan penyusun paket wisata sehingga tercipta produk-produk wisata yang menarik dan siap menyambut momentum libur sekolah pada Juni–Juli,” ujar Ni Made Ayu, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah konkret untuk mendorong pemerataan kunjungan wisatawan, memperkuat konektivitas antardaerah, serta membangun ekosistem pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Forum ini juga menjadi bagian dari penguatan kampanye nasional #DiIndonesiaAja.
Bali hingga kini masih menjadi destinasi utama wisata Indonesia. Berdasarkan data Kemenpar, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan atau naik 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan Bali tetap menjadi pintu masuk utama wisatawan asing.
Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara juga menunjukkan tren positif. Pada kuartal I dan II tahun 2026 tercatat sebanyak 417,06 juta perjalanan wisatawan nusantara, meningkat 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut dinilai menjadi peluang untuk mendistribusikan manfaat ekonomi pariwisata ke daerah-daerah yang belum berkembang optimal, termasuk kawasan 3B.
Forum yang berlangsung pada 10 Juni 2026 di Harris Sunset Road, Denpasar, Bali, mempertemukan pelaku usaha pariwisata dari kawasan 3B dengan para travel agent dan tour operator dari berbagai daerah.
Melalui konsep table top, para peserta mendapat kesempatan untuk mempresentasikan potensi destinasi, membangun jejaring bisnis, hingga menjajaki kerja sama konkret dalam pengembangan paket wisata. Dinas pariwisata dari masing-masing daerah juga memaparkan kebijakan terbaru serta arah pengembangan sektor pariwisata di wilayah mereka.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Erwita Dianti, mengungkapkan kegiatan tersebut diikuti oleh 30 pelaku usaha pariwisata terkurasi yang mewakili sektor akomodasi, jasa pariwisata, hingga desa wisata unggulan.
Di antara peserta yang hadir terdapat Plataran Menjangan Resort & Spa, Elevate Bali, Puri Dajuma Beach Eco-Resort & Spa, Umadewi Surf & Retreat, The Lovina, Villa So Long, serta Desa Wisata Les.
Di sisi lain, sebanyak 90 pembeli atau buyers terkurasi turut berpartisipasi. Mereka berasal dari berbagai asosiasi industri pariwisata seperti ASITA, AITTA, ASPPI, ASTINDO, dan INTOA, serta sejumlah perusahaan perjalanan ternama seperti TUI Musement, Y&R MICE, Come2Indonesia, Pacto, Happy Trails, Indoplan, hingga Manumadi.
“Kami secara khusus mengundang para buyers yang memiliki reputasi tinggi, baik dari sisi kualitas layanan maupun tingkat kepercayaan masyarakat, untuk berkolaborasi dengan pelaku usaha pariwisata kawasan 3B. Sinergi ini diharapkan melahirkan produk dan paket wisata yang berkualitas, kompetitif, serta mampu menjawab kebutuhan wisatawan saat ini,” kata Erwita.
Forum Table Top BBWI 3B juga menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan mendukung target 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada 2026.
Kegiatan ini secara khusus diarahkan untuk memanfaatkan momentum libur sekolah melalui promosi berbagai paket wisata alternatif yang menarik dan berkualitas. Selain mendorong peningkatan perjalanan wisata, langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi penumpukan wisatawan di Bali Selatan.
Erwita menambahkan, potensi transaksi yang dihasilkan dari forum tersebut diperkirakan mencapai Rp3,67 miliar dengan potensi pemesanan produk wisata, paket perjalanan, dan akomodasi bagi sekitar 6.830 wisatawan.
“Potensi transaksi yang dihasilkan dari kegiatan ini diperkirakan mencapai Rp3,67 miliar dengan potensi pemesanan produk, paket wisata, dan akomodasi sebanyak 6.830 orang. Selanjutnya, para sellers akan menindaklanjuti komunikasi dengan seluruh potential buyers terkait permintaan contract rate maupun penjadwalan site inspection,” tuturnya.
Penulis : lazir
Editor : ameri












