Kemenhub Pacu Pengembangan Jaringan Kereta Api, Target Rel Nasional Tembus 10.524 Kilometer

- Penulis

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kereta Api (foto. istimewa)

Kereta Api (foto. istimewa)

JAKARTA  – Pemerintah  mengkleam akan terus memperkuat pembangunan sektor perkeretaapian sebagai salah satu motor penggerak konektivitas nasional. Melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pengembangan jaringan kereta api dipercepat guna mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di berbagai daerah.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan transportasi berbasis rel sebagai fondasi penting dalam membangun masyarakat modern sekaligus menjadi salah satu indikator negara maju.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, pembangunan jaringan kereta api tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga bertujuan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat dan dunia usaha.

“Pengembangan jaringan kereta api nasional bukan sekadar pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksesibilitas yang lebih baik, biaya logistik yang lebih efisien, serta peluang ekonomi yang semakin terbuka di berbagai daerah,” ujar Dudy usai menghadiri Rapat Terbatas bersama Presiden di Istana Merdeka, Kamis (11/6/2026).

Tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api turut menjadi alasan percepatan pembangunan jaringan rel. Data Kemenhub menunjukkan jumlah penumpang kereta api meningkat 8,8 persen, dari 500,5 juta penumpang pada 2024 menjadi hampir 550 juta penumpang pada 2025.

Peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi berbasis rel yang dinilai aman, nyaman, dan efisien.

Saat ini, panjang jaringan kereta api aktif di Indonesia mencapai sekitar 6.927 kilometer yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua. Pemerintah menargetkan pengembangan jaringan hingga mencapai 10.524 kilometer, termasuk penguatan jaringan perkotaan yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di kawasan urban.

Pengembangan jaringan perkeretaapian akan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing wilayah. Di Sumatera, fokus pembangunan diarahkan untuk memperkuat angkutan barang dan transportasi masyarakat. Sementara di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, jaringan rel diprioritaskan untuk mendukung distribusi komoditas unggulan serta memperlancar aktivitas ekonomi daerah.

Sejumlah proyek strategis nasional yang tengah didorong antara lain pembangunan jaringan Kereta Api Trans Sumatera, pengembangan kereta api logistik di Kalimantan, penyelesaian operasional Kereta Api Makassar–Parepare, hingga pengembangan layanan kereta api perkotaan di berbagai kota. Adapun di Pulau Jawa, pemerintah fokus pada peningkatan kapasitas layanan, elektrifikasi jalur, serta pengembangan kereta semi cepat dan kereta cepat.

Dudy juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah memperluas pengembangan kereta logistik dan kereta wisata sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi daerah.

“Kami menyampaikan pengembangan kereta logistik dan kereta wisata, termasuk pengembangan jaringan perkeretaapian di Pulau Sumatera. Kereta logistik diarahkan untuk memperkuat efisiensi distribusi barang dan mendukung penurunan beban jalan raya, sedangkan kereta wisata dapat membuka nilai tambah ekonomi di berbagai daerah,” katanya.

Selain itu, Kemenhub juga terus menjalankan program pelayanan gerbong khusus bagi petani dan pedagang yang telah diterapkan di sejumlah wilayah.

“Program pelayanan gerbong untuk petani dan pedagang ini sudah berjalan dan mendapat sambutan baik dari masyarakat. Layanan tersebut kini hadir di Lebak, Garut, Cilacap, Yogyakarta, Solo, Semarang, Blitar, Jember hingga Banyuwangi,” jelas Dudy.

Menurutnya, penguatan jaringan perkeretaapian akan menjadi instrumen penting dalam pemerataan pembangunan karena mampu menghubungkan pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, sentra pertanian, pelabuhan, bandara, hingga destinasi wisata.

Dengan konektivitas yang semakin baik, masyarakat dapat menikmati layanan transportasi yang lebih cepat, nyaman, aman, dan terjangkau, sementara dunia usaha memperoleh dukungan logistik yang lebih efisien.

“Kami juga mendorong keterlibatan pemerintah daerah, badan usaha, operator, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan perkeretaapian nasional dapat berjalan lebih cepat, berkelanjutan, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” tutur Dudy.

Ia optimistis pengembangan jaringan rel yang terus diperluas akan menjadikan kereta api sebagai tulang punggung transportasi massal dan logistik nasional. Kehadiran jaringan perkeretaapian yang semakin terhubung diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat daya saing ekonomi Indonesia, serta mendukung terwujudnya pembangunan yang lebih maju dan merata di seluruh wilayah Tanah Air.

Penulis : amanda az

Editor : Gunawan Tarigan

Berita Terkait

Trem Listrik Bali Digadang Atasi Macet, Pakar Ingatkan 5 Tantangan Besar
Tol Jakarta–Cikampek Contraflow Lagi, Berlaku dari KM 21 hingga KM 23
Jutaan Warga Bergantung pada Ojol, Djoko Setijowarno: Pemerintah Harus Berbenah
Asap Karhutla Ganggu 1.673 Penerbangan, Citilink Paling Terdampak
DAMRI Bawa Bus Hidrogen ke Bandung, Intip Inovasi Transportasi Masa Depan
Puluhan Jam Menyusuri Sungai, Jalan Darat Mahakam Ulu Buka Harapan Baru
AirNav Indonesia dan Telkom University Kembangkan AI untuk Navigasi Penerbangan
Bukan Cuma Sepeda Motor, Kendaraan Roda Tiga Dinilai Punya Masa Depan di Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Trem Listrik Bali Digadang Atasi Macet, Pakar Ingatkan 5 Tantangan Besar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Tol Jakarta–Cikampek Contraflow Lagi, Berlaku dari KM 21 hingga KM 23

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Jutaan Warga Bergantung pada Ojol, Djoko Setijowarno: Pemerintah Harus Berbenah

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Asap Karhutla Ganggu 1.673 Penerbangan, Citilink Paling Terdampak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:51 WIB

DAMRI Bawa Bus Hidrogen ke Bandung, Intip Inovasi Transportasi Masa Depan

Berita Terbaru