Kemendukbangga dan OJK Luncurkan Buku Saku Perencanaan Keuangan Keluarga untuk Tingkatkan Literasi Finansial

- Penulis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemendukbangga bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyusun Buku Saku Perencanaan Keuangan Keluarga. (dok. kemendukbangga)

Kemendukbangga bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyusun Buku Saku Perencanaan Keuangan Keluarga. (dok. kemendukbangga)

JAKARTA – Keluarga menjadi fondasi utama kesejahteraan bangsa. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan tantangan ekonomi, kemampuan keluarga dalam mengelola keuangan menjadi kunci penting untuk menciptakan ketahanan dan kemandirian finansial.

Menyadari hal tersebut, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Buku Saku Perencanaan Keuangan Keluarga, Selasa (14/10/2025) di Jakarta.

Buku ini diharapkan menjadi panduan praktis bagi keluarga Indonesia untuk meningkatkan literasi keuangan serta memperkuat daya tahan finansial rumah tangga.

Menurut hasil studi Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) 2023, literasi keuangan terbukti mampu memperkuat financial resilience atau daya tahan finansial keluarga dalam menghadapi tekanan ekonomi.

Dalam sambutannya, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, yang diwakili oleh Plh. Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, dr. Irma Ardiana, MAPS, menegaskan pentingnya edukasi keuangan di tengah era disrupsi digital.

“Mudah memang menggunakan teknologi dalam transaksi keuangan, tetapi di balik kemudahan itu ada risiko yang perlu diwaspadai,” ujarnya.

dr. Irma juga memberikan beberapa tips untuk meningkatkan ketahanan finansial keluarga. Ia menekankan pentingnya:

Mengetahui informasi dan keterampilan keuangan yang benar agar tidak terjebak pada informasi menyesatkan.

Menetapkan skala prioritas antara kebutuhan dan keinginan.

Menggunakan produk keuangan secara bijak, seperti tabungan, investasi, pinjaman, dan asuransi.

Mengurangi risiko masalah keuangan, terutama yang berasal dari utang konsumtif.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan fakta mengejutkan. Hingga saat ini, OJK menerima lebih dari 200 ribu pengaduan kasus keuangan dari masyarakat dengan nilai kerugian mencapai Rp6 triliun.

“Ini angka yang sangat besar, dan korban terbanyak justru ibu-ibu. Kondisi ini harus menjadi alarm bagi kita semua untuk memperkuat edukasi keuangan di keluarga,” tegas Friderica.

Ia menjelaskan, langkah pertama mencegah masalah finansial adalah dengan memahami kondisi keuangan keluarga secara menyeluruh — mulai dari pendapatan, jumlah anggota keluarga, hingga kebutuhan bulanan.

“Setiap keluarga berbeda, tapi prinsipnya sama: bedakan kebutuhan dengan keinginan, bijak dalam berutang, serta sisihkan pendapatan untuk tabungan dan investasi,” jelasnya.

Friderica juga mengingatkan pentingnya memiliki dana darurat. “Idealnya, jumlah dana darurat antara tiga hingga lima kali pengeluaran bulanan, dan harus mudah diakses kapan saja,” tambahnya.

Panduan Praktis untuk Keluarga Indonesia

Peluncuran Buku Saku Perencanaan Keuangan Keluarga ini menjadi momentum penting kolaborasi antara Kemendukbangga/BKKBN dan OJK dalam membangun kesadaran literasi finansial di tingkat keluarga.

Buku tersebut disusun secara praktis, aplikatif, dan mudah dipahami, dengan tujuan membantu keluarga Indonesia mengelola keuangan rumah tangga secara cerdas, menghindari risiko utang konsumtif, serta menyiapkan masa depan ekonomi yang lebih stabil.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, ST, MIDS, yang menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam memperkuat kesejahteraan keluarga Indonesia.

Berita Terkait

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya
BSU 2026 Rp900 Ribu, Ini Syarat Penerima dan Batas Gaji yang Ditetapkan Kemnaker

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:51 WIB

90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terbaru