BOGOR — Musim kemarau mulai terasa dampaknya di wilayah yang tak jauh dari Jakarta. Di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sejumlah warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih setelah sumber air yang biasa digunakan mengalami kekeringan.
Kondisi tersebut mendorong Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Total 11.800 liter air bersih disalurkan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan BBWS Ciliwung Cisadane.
Salah satu lokasi yang mendapat bantuan adalah Desa Weninggalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Pada 31 Agustus 2026, BBWS Citarum melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) Bencana mengirimkan 3.800 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.
Dukungan juga datang dari BBWS Ciliwung Cisadane yang menyalurkan tambahan 8.000 liter air bersih ke masyarakat yang terdampak kekeringan.
Air bersih untuk warga Desa Weninggalih berasal dari PDAM setempat. Bantuan kemudian diangkut menggunakan mobil tangki dan didistribusikan kepada masyarakat di kawasan permukiman yang mulai mengalami keterbatasan akses air.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan yang harus segera dipenuhi ketika musim kemarau membuat sumber air warga mengering.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipastikan ketersediaannya. Ketika sumber air warga mengalami kekeringan, Kementerian PU melalui jajaran di lapangan harus bergerak untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Dody.
Menurut dia, penanganan kekeringan tidak berhenti pada penyaluran bantuan air. Kementerian PU juga terus memantau kondisi wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih.
“Kita akan terus memantau kondisi dan memastikan dukungan diberikan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Kekeringan yang terjadi selama musim kemarau membuat sejumlah sumber air yang selama ini menjadi tumpuan warga berkurang bahkan mengering. Kondisi ini berpotensi mengganggu pemenuhan kebutuhan sehari-hari, terutama bagi masyarakat di kawasan yang mengandalkan sumber air lokal.
Karena itu, Kementerian PU memastikan unit pelaksana teknis di daerah terus melakukan pemantauan dan menyiapkan dukungan berdasarkan kondisi di lapangan.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat bertahan menghadapi musim kemarau, sekaligus memastikan kebutuhan dasar berupa air bersih tetap terpenuhi di wilayah terdampak.
Penulis : guntar
Editor : ami












