Kehebatan Semesta Bersuara di Solo, Pohon Beringin Runtuh, Patung Satria Pandawa Terjatuh

- Penulis

Selasa, 14 November 2023 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Djarot Syaiful Hidayat dan Pohon Beeingin Tumbang (ilustrasi/ist)

Djarot Syaiful Hidayat dan Pohon Beeingin Tumbang (ilustrasi/ist)

RENTAK.ID, JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Syaiful Hidayat, yang terkenal sebagai figur yang paham tentang kearifan spiritual bangsa, menanggapi fenomena alam yang terjadi di Solo, Sabtu (11/11/2023).

“Runtuhnya pohon beringin di Taman Sriwedari Solo, serta jatuhnya beberapa patung satria Pandawa seperti Kresna, Bima, dan Gatotkaca bukan kebetulan semata. Ketiga patung ini adalah simbol Jokowi, ini merupakan isyarat semesta yang perlu diperhatikan. Kekuatan semesta telah memberikan tanda dan berbicara di Solo, mengingatkan para pemimpin jangan mengejar jabatan hanya untuk kepentingan pribadi,” ungkap Djarot, Selasa (14/11/2023).

“Indonesia adalah negeri yang spiritual. Dalam kepercayaan Nusantara, apa yang terjadi mengisyaratkan wahyu kesatria telah berganti seperti kisah wayang mengenai Wahyu Cakraningrat,” tambah Djarot. Djarot juga memperhatikan beberapa peristiwa terkini.

“Rakyat Indonesia kini sangat prihatin akan bencana di Mahkamah Konstitusi (MK). MK telah berubah menjadi Mahkamah Keluarga. Pelanggaran etik serius yang dilakukan Anwar Usman yang kini dikenal sebagai Paman Gibran mendapat balasan dari alam. Badai mengguncang Solo. Pesan semesta ini menjadi simbol penting bahwa kekuasaan memiliki batasan,” lanjut Djarot.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini kemudian mengajak rakyat Indonesia berdoa agar negara ini terhindar dari hal-hal negatif. “Kita semua percaya bahwa keadilan akan ditegakkan.

Jika semesta saja sudah memberikan tanda dengan runtuhnya pohon beringin di Solo, maka segala manipulasi hukum di MK harus dihentikan. Kekuasaan tidak boleh dibangun dengan ambisi. Jangan pernah meredupkan nurani,” kata Djarot dengan keprihatinan.

Djarot yakin bahwa keadilan akan berbicara. “Duet Prabowo-Gibran tampil dengan cara yang bertentangan dengan akal sehat dan kebenaran nurani telah dijawab oleh kekuatan semesta yang berasal dari kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Djarot. “Yang mengejutkan, patung Punokawan tidak terjatuh, yang berarti rakyat jelata akan meluruskan penyimpangan kekuasaan di masa-masa ini,” tutup Djarot. (***)

Berita Terkait

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho
Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian
300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional
Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao
Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata
Galaxy A36 5G Antar Team Vagos Juara SGGA 2025
Debut Global yang Membanggakan! Tim Labmino Bawa Inovasi RunSight Tembus 20 Besar Dunia Samsung Solve for Tomorrow 2025
 Monitor Satu Layar untuk Gaming dan Produktivitas

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:00 WIB

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:43 WIB

Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:02 WIB

300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:06 WIB

Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:00 WIB

Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata

Berita Terbaru