RENTAK.ID – Kementerian Perhubungan melepas Pelayaran Perdana Kapal Khusus Ternak Tahun 2024, yakni KM. Camara Nusantara 4 dengan rute pelayaran dari Kupang-Wini-Atapupu-Banjarmasin-Kupang (Trayek RT-4), Rabu (31/1/2024).
Rute pelayaran ini ditandai dengan penyerahan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) kepada Nakhoda KM. Camara Nusantara 4.
KM. Camara Nusantara 4 yang dioperasikan oleh PT. Subsea Lintas Globalindo, berangkat dari pelabuhan pangkal Kupang dan mengangkut 550 ekor sapi milik 10 pelaku usaha dengan tujuan pelabuhan bongkar Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri Capt. Hasan Sadili menyampaikan sambutan mewakili Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut pada Seremoni Pelepasan Pelayaran Perdana Kapal Tol Laut Ternak Tahun 2024 di Pelabuhan Tenau Kupang, Rabu (31/1). Menurutnya, “Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sangat concern untuk membangun konektivitas transportasi laut di wilayah Indonesia tengah dan timur, termasuk dengan menempatkan kapal ternak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).”
Capt. Hasan juga menyatakan bahwa program Tol Laut Ternak merupakan salah satu program pemerintah kerjasama antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pertanian dalam rangka mendukung kebijakan nasional swasembada daging sapi dan kerbau. Ia menambahkan bahwa sementara ini, angkutan khusus ternak sudah berjalan dengan baik dan selalu mengalami peningkatan okupansi, namun masih ada hal-hal yang perlu ditingkatkan sehingga dapat meningkatkan produktivitas secara optimal.
Capt. Hasan menjelaskan bahwa pengoperasian kapal khusus ternak bertujuan untuk menjamin kelangsungan pendistribusian ternak melalui angkutan laut dengan jadwal tetap dan teratur dan tetap memperhatikan kaidah kesejahteraan hewan (animal welfare). Program Tol Laut Ternak telah dilaksanakan sejak tahun 2015 dimana pada tiap tahunnya terus mencatatkan peningkatan dari sisi jumlah trayek yang dilayani maupun jumlah muatan yang diangkut.
Menurut data, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan pada tahun 2023 telah menyelenggarakan 6 trayek kapal khusus ternak dan total muatan yang diangkut sebanyak 31.321 ekor. Pada tahun 2024, sebanyak 6 kapal khusus ternak akan melayani 8 pelabuhan muat dan 5 pelabuhan bongkar dengan total target voyage 116 dan total muatan selama 1 tahun sebanyak 55.098 ekor ternak.
Capt. Hasan mengatakan bahwa pada tahun 2024 akan dilaksanakan peningkatan layanan dan inovasi, diantaranya adalah meningkatkan kompetensi petugas kleder dengan pengetahuan dan keterampilan dasar-dasar keselamatan di atas kapal serta penggunaan aplikasi Sitolaut ternak dalam proses booking ruang muat di atas kapal.
Menurutnya, yang terpenting adalah peningkatan koordinasi, sinergi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder agar program swasembada daging sapi dan kerbau bisa berjalan optimal, termasuk saat Idul Adha akan banyak permintaan dari daerah konsumen seperti Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak harus berkolaborasi dan mendukung peningkatan serta inovasi layanan dalam penyelenggaraan angkutan khusus ternak agar dapat lebih optimal dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.
Di waktu tersebut, Kepala Kantor KSOP Kelas III Kupang, Simon B. Baon menyampaikan apresiasi atas program kapal ternak yang telah memberikan manfaat bagi para peternak dan pelaku usaha ternak di wilayah NTT. Menurut Simon, program Pemerintah yang telah membantu distribusi ternak dari NTT ke seluruh Indonesia menggunakan kapal ternak sangat membantu para peternak dan pengusaha sehingga hewan ternak dapat didistribusikan antar pulau dengan harga murah dan kondisi ternak yang tetap baik sehingga nilai jualnya tetap bagus.
Hadiri acara tersebut perwakilan Badan Karantina Indonesia, Dinas Peternakan Provinsi NTT, Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan NTT, Kepala Kantor KSOP Kelas III Kupang, Distrik Navigasi Kelas II Kupang, Kepala Cabang PT. Pelindo (Persero) Cabang Tenau Kupang, Direktur Utama PT. Subsea Lintas Globalindo dan perwakilan Shipper Kapal KM. Camara Nusantara 4 Voyage ke-1.













