BOGOR – Komitmen Jasa Marga dalam menghadirkan jalan tol yang ramah lingkungan terus diperkuat. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) melalui Representative Office 1 menggencarkan berbagai program pelestarian lingkungan di sepanjang Ruas Tol Jakarta–Bogor–Ciawi (Jagorawi), mulai dari penghijauan, pengelolaan sampah, hingga pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan tol.
Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi Green Toll Road melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang tidak hanya berfokus pada kualitas infrastruktur, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai jalan tol pertama di Indonesia yang beroperasi sejak 1978, Ruas Tol Jagorawi kini terus bertransformasi dengan mengintegrasikan aspek pelayanan, keselamatan, dan keberlanjutan dalam pengelolaannya. Dengan rata-rata 419.931 kendaraan melintas setiap hari sepanjang 2025, penerapan konsep pembangunan berkelanjutan dinilai menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kualitas layanan sekaligus kelestarian lingkungan di sekitar ruas tol.
Dalam periode Januari–Juli 2026, JMT merealisasikan sejumlah program lingkungan, di antaranya penanaman 125 pohon mahoni di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, guna meningkatkan tutupan hijau di sekitar jalan tol.
Selain itu, JMT juga membangun fasilitas pemilahan sampah di RW 08 Dusun Kebon Kopi, Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Bantuan tersebut meliputi pembangunan tempat pemilahan sampah lengkap dengan konstruksi baja ringan, atap spandek, komposter, ember bertingkat, hingga papan informasi.
Tak hanya itu, peralatan pengelolaan sampah juga disalurkan kepada Yayasan Bata Foundation untuk mendukung sistem pengolahan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Dengan adanya fasilitas tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengelola sampah secara mandiri sehingga lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan bernilai ekonomi.
Camat Citeureup Maman Nurpadilah menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Jasa Marga yang dinilai menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Program ini menjadi bukti bahwa pembangunan lingkungan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi semua pihak. Kami mengapresiasi Jasa Marga yang bersama pemerintah daerah dan masyarakat terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Maman, Kamis (6/8/2026)
Sementara itu, Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Alvin A. Singarimbun, menegaskan bahwa implementasi Green Toll Road tidak hanya diwujudkan melalui pengelolaan jalan tol yang modern, tetapi juga lewat keterlibatan aktif masyarakat.
“Implementasi Green Toll Road tidak berhenti pada pengelolaan jalan tol yang berkelanjutan, tetapi juga diwujudkan melalui kolaborasi dengan masyarakat. Melalui Program TJSL ini, Jasa Marga ingin menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian bersama terhadap pelestarian lingkungan,” kata Alvin.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga keamanan dan keselamatan di sekitar jalan tol.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang maupun membakar sampah di sekitar jalan tol serta mengawasi anak-anak agar tidak memasuki area jalan tol. Keselamatan masyarakat maupun pengguna jalan merupakan tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
Selain menjalankan program TJSL, implementasi Green Toll Road di Ruas Tol Jagorawi juga diwujudkan melalui penataan lanskap hijau, beautifikasi kawasan jalan tol, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), pemeliharaan infrastruktur secara berkala, hingga peningkatan kualitas pelayanan bagi pengguna jalan.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah pengolahan sampah organik menggunakan Black Soldier Fly (BSF) di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 10 Jagorawi. Teknologi pemanfaatan larva BSF tersebut mampu mengurangi volume sampah organik sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat sehingga mendukung terciptanya kawasan rest area yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.
Berbagai program lingkungan yang dijalankan JMT turut mengantarkan Ruas Tol Jagorawi meraih sejumlah penghargaan, termasuk Juara I Jalan Tol Berkelanjutan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Melalui berbagai inovasi tersebut, Jasa Marga berharap semakin banyak mitra usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan sehingga keberadaan jalan tol tidak hanya menjadi sarana mobilitas, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi kelestarian bumi.
Penulis : guntar
Editor : ameri












