Jasa Marga Percepat Transformasi Layanan Tol, Dony Oskaria Tinjau Rest Area Travoy dan Pusat Kendali Digital JMTC

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Danantara Indonesia tinjau transformasi layanan Jasa Marga. (foto. jasa marga)

Danantara Indonesia tinjau transformasi layanan Jasa Marga. (foto. jasa marga)

JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mempercepat transformasi layanan jalan tol melalui modernisasi rest area dan penguatan sistem digital berbasis teknologi.

Upaya tersebut mendapat perhatian langsung dari Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, yang meninjau Travoy Rest Area KM 88A dan KM 88B Jalan Tol Cipularang, Jawa Barat, sebelum melanjutkan kunjungan ke Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) di Jatiasih, Bekasi, Selasa (21/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Dony didampingi Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono bersama jajaran direksi, antara lain Wakil Direktur Utama Andry Tanudjaja, Direktur Pengembangan Usaha Ari Respati, Direktur Bisnis Reza Febriano, Direktur Operasi Fitri Wiyanti, Direktur Layanan Yaya Ruhiya, Corporate Secretary & Chief Administration Officer Trias Andriyanto, serta jajaran pimpinan anak usaha Jasa Marga Group.

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung implementasi transformasi layanan yang tengah dijalankan Jasa Marga, mulai dari revitalisasi rest area hingga optimalisasi pusat kendali lalu lintas digital yang menjadi tulang punggung pengelolaan jaringan jalan tol nasional.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan, pengembangan Travoy Rest merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi pengguna jalan. Konsep baru tersebut mengubah fungsi rest area dari sekadar tempat beristirahat menjadi destination hub yang menawarkan fasilitas lengkap, nyaman, dan bernilai tambah.

Menurut Rivan, revitalisasi Travoy Rest KM 88A difokuskan pada peningkatan fasilitas dasar yang paling dibutuhkan pengguna jalan.

“Transformasi Travoy Rest KM 88A Jalan Tol Cipularang dimulai dengan membenahi fasilitas esensial sebagai prioritas utama. Rest area ini kami siapkan menjadi showcase pengembangan rest area masa depan yang berorientasi pada peningkatan pelayanan melalui perluasan kawasan, rejuvenasi dan relokasi toilet agar lebih mudah diakses, penambahan ruang terbuka hijau, serta optimalisasi sirkulasi kendaraan dan kapasitas parkir. Harapannya, Travoy Rest KM 88A menjadi rest area percontohan yang mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna jalan secara lebih optimal,” ujar Rivan.

Transformasi di Travoy Rest KM 88A meliputi penambahan jumlah toilet, peningkatan kualitas fasilitas umum, pembangunan ruang terbuka hijau, penambahan titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), hingga penataan area parkir agar lebih efisien dan nyaman.

Sementara itu, pengembangan Travoy Rest KM 88B diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Beragam produk khas Nusantara kini dihadirkan guna memperkaya pilihan kuliner bagi para pengguna jalan.

Tidak hanya itu, Jasa Marga juga menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu yang mencakup proses pemilahan, pengumpulan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali hasil olahan menjadi pupuk organik. Sistem tersebut dijadikan showcase waste management sebagai contoh implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan rest area.

Selain meningkatkan kualitas fasilitas fisik, Jasa Marga juga terus memperkuat transformasi digital melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang berfungsi sebagai The Eye of Toll Road.

JMTC beroperasi selama 24 jam untuk memantau seluruh jaringan jalan tol Jasa Marga secara real-time. Sistem ini didukung lebih dari 3.500 kamera CCTV, Traffic Counting System, Variable Message Sign (VMS), Speed Camera, Weigh in Motion (WIM), radar lalu lintas, teknologi Artificial Intelligence (AI), serta analisis big data.

Dengan dukungan teknologi tersebut, JMTC mampu memonitor sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari sekaligus mempercepat pengambilan keputusan dalam penanganan kecelakaan, rekayasa lalu lintas, kondisi darurat, hingga penyampaian informasi perjalanan kepada masyarakat.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan arahan langsung Presiden Republik Indonesia kepada seluruh BUMN.

“Pesan utama Presiden adalah memastikan pelayanan BUMN kepada masyarakat terus meningkat. Pemanfaatan teknologi harus semakin dioptimalkan untuk memantau seluruh ruas jalan tol secara menyeluruh dan mempercepat respons terhadap setiap kejadian,” kata Dony.

Ia menambahkan, teknologi juga harus mampu memberikan informasi perjalanan yang akurat sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi lalu lintas dan memperkirakan waktu tempuh sebelum melakukan perjalanan.

“Peningkatan kualitas rest area juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan jalan tol karena pengguna jalan berhak memperoleh fasilitas istirahat yang aman, nyaman, dan berkualitas,” ujarnya.

Menurut Dony, langkah transformasi yang dilakukan Jasa Marga selaras dengan strategi Danantara Indonesia dalam menciptakan value creation berbasis service excellence.

Ia mengapresiasi perubahan yang telah dilakukan Jasa Marga karena tidak hanya meningkatkan kualitas operasional jalan tol, tetapi juga memberikan kenyamanan dan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Direksi dan karyawan Jasa Marga. Dalam satu tahun terakhir kita melihat transformasi luar biasa berjalan dengan baik. Pemerintah ingin kualitas pelayanan publik terus meningkat sehingga masyarakat benar-benar merasakan peningkatan layanan jalan tol secara signifikan. Tetap semangat memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh rakyat Indonesia,” tutur Dony.

Sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga menegaskan akan terus memperkuat inovasi, digitalisasi, dan penerapan prinsip keberlanjutan guna menghadirkan layanan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui transformasi tersebut, perusahaan berharap setiap perjalanan di jalan tol menjadi lebih aman, nyaman, lancar, dan berkeselamatan sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang berdaya saing.

Penulis : dafri jh

Editor : ameri

Berita Terkait

55 Persen Perjalanan Bus Terindikasi Melanggar, Penyimpangan Trayek Mendominasi
Feeder LRT Palembang Disetop, Djoko Setijowarno Bongkar Masalah Transportasi Publik
Gus Rivqy Desak Garuda Indonesia Berbenah Total, Kerugian Jadi Alarm Transformasi
Tol Jakarta-Cikampek Diperbaiki hingga 7 November, Ini 3 Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara
Pontianak Siapkan 19 Bus Modern Mulai 2027, Ini Dua Rute yang Akan Dilayani
Cuma Pasang Stiker Reflektif, JMTO Berhasil Tekan Kecelakaan di Tol Pandaan–Malang
Pendapatan Jasa Marga Tembus Rp15,6 Triliun, Laba Bersih Kuartal III 2026 Capai Rp2,7 Triliun
Hujan Deras Picu Longsor di Sipirok, Separuh Badan Jalan Amblas

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:15 WIB

55 Persen Perjalanan Bus Terindikasi Melanggar, Penyimpangan Trayek Mendominasi

Senin, 2 November 2026 - 09:24 WIB

Feeder LRT Palembang Disetop, Djoko Setijowarno Bongkar Masalah Transportasi Publik

Minggu, 1 November 2026 - 10:15 WIB

Gus Rivqy Desak Garuda Indonesia Berbenah Total, Kerugian Jadi Alarm Transformasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Tol Jakarta-Cikampek Diperbaiki hingga 7 November, Ini 3 Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Pontianak Siapkan 19 Bus Modern Mulai 2027, Ini Dua Rute yang Akan Dilayani

Berita Terbaru