Innalillahiwainnaillaihirojiun… Disdik Kota Bekasi Berbelasungkawa Atas Meninggalnya Siswa SMPN 7

- Penulis

Sabtu, 18 November 2023 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID. BEKASI – Keluarga besar Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Bekasi menyampaikan rasa belasungkawa atas meninggalnya salah seorang siswa SMP Negeri 17.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) dan Kepala Bidang (Kabid) SMP bersama Kepala SMPN 7 beserta keluarga besar SMPN 7 serta jajaran Polsek Bekasi Selatan juga Polres Metro Bekasi Kota sudah melakukan langkah penyelasaian secara penuh kekeluargaan dengan orang tua Almarhum didampingi Ketua RT.

“Kami datangi mulai dari SMPN 7 lalu ke kamar jenazah Rumah Sakit Primaya, Kalimalang serta menemui keluarga besarnya Almarhum di rumah duka Kayuringin. Almarhum dimakamkan ini pukul 09.00 WIB di Makam TPU Pedurenan, Mustika Jaya, Kota Bekasi,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Dr. UU Saeful Mikdar, Jum’at (17/11/2023).

Kita juga, sambung Uu, mengikuti dari olah TKP yang dilakukan pihak Polres, hingga takziah ke rumah duka. Pada prinsipnya keluarga sudah ikhlas, ini perjalan Almarhum.

“Kami, atas nama keluarga besar Dinas Pendidikan dan SMPN 7 meminta maaf yang sedalam-dalamnya. Kita juga menghimbau agar Kepala Sekolah dan Guru memonitor berbagai mainan-mainan seperti ini, jangan dilakukan tanpa ada bimbingan, dan kalau perlu tidak dilakukan lagi agar tak tetulang kejadian yang sama. Kami juga mengucapan terimakasih kepada pihak Polresta dan Pengurus RT/RW yang telah membantu terlaksananya olah TKP, pengambilan jenazah dirumah sakit sampai dibawa ke rumah duka hingga dimakamkannya Almarhum Ade Muhamad Alfiansyah,” imbuhnya mengakhiri.

Diketahui, salah seorang siswa SMP Negeri 7 Kota Bekasi meninggal dunia akibat bermain ‘Kebo Bunting,” Jum’at (17/11/2023) siang. Satu dari sekelompok pelajar Kelas 2 SMP mengalami cidera pada bagian leher.

Insiden tersebut membuat heboh Sekolah. Pelajar yang cidera itu langsung dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis di klinik terdekat. Namun sayang, nyawanya tak tertolong. Siswa tersebut dikabarkan meninggal dunia.

Permainan kuda tomprok (Kebo Bunting), biasanya dimainkan dua tim: tim atas dan tim bawah. Tim atas bertugas melompati tim bawah yang membungkuk seperti kuda. Sedangkan tim bawah paling menderita. Tugasnya menahan beban tim atas yang menungganginya.

Permainan kuda tomprok yang beken dilakoni remaja era tahun 1990 an itu biasa dimainkan saat jam istirahat sekolah. Permainan ini memang kontroversi lantaran cukup ekstrem dan berpotensi membahayakan keselamatan jiwa pemainnya karena sangat sarat dengan benturan fisik antara para pemainnya. (***)

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru