JAKARTA — Industri streaming Indonesia mencatat pertumbuhan pesat sepanjang 2025 seiring perubahan perilaku menonton dan meningkatnya adopsi digital. Data internal Vidio menunjukkan total durasi tontonan naik lebih dari 34 persen dibanding 2024, sementara durasi per penonton tumbuh 22 persen, menandakan keterikatan audiens yang semakin kuat terhadap layanan OTT.
Pertumbuhan ini ditopang oleh meluasnya basis pelanggan berbayar hingga jutaan pengguna aktif nasional. Penonton perempuan mencatat lonjakan signifikan dengan kenaikan durasi tontonan hampir dua kali lipat, disusul pertumbuhan stabil dari penonton laki-laki. Secara geografis, kota besar seperti Jakarta dan Surabaya tetap menjadi motor utama, namun daerah seperti Kalimantan, Sumatra, hingga Maluku Utara juga menunjukkan peningkatan konsumsi.
Generasi Z tampil sebagai kelompok paling berpengaruh dalam ekosistem streaming. Penonton usia di bawah 24 tahun mencatat lonjakan tajam baik dari sisi jumlah penonton maupun durasi tontonan. Fleksibilitas perangkat turut memperkuat tren ini, dengan pertumbuhan signifikan pada mobile dan Smart TV.
Dari sisi konten, konten lokal semakin mendominasi. Lebih dari dua pertiga durasi tontonan series berasal dari produksi Indonesia, film lokal menguasai lebih dari 60 persen konsumsi, sementara konten olahraga lokal menyumbang lebih dari 87 persen durasi tontonan kategori sports.
Olahraga tetap menjadi pilar utama industri streaming. Kompetisi lokal mendominasi konsumsi, dengan dukungan liga global sebagai pelengkap. Genre combat sports menjadi kejutan tahun ini, ditandai lonjakan transaksi PPV dan jangkauan penonton lintas negara di Asia.
Sebagai platform OTT terbesar di Indonesia menurut laporan Media Partner Asia, Vidio mencatat berbagai capaian penting sepanjang 2025, termasuk melampaui 5 juta pelanggan, serta meraih penghargaan Best Southeast Asian Drama Series dan Best Live Sports Coverage di ajang internasional. Capaian ini menegaskan kuatnya posisi streaming sebagai medium utama hiburan digital nasional dengan konten lokal sebagai fondasi pertumbuhan.
Perlu diketahui bahwa, platform OTT (Over-The-Top) adalah layanan streaming yang menyajikan konten media (video, audio, dll.) langsung ke pengguna melalui internet, tanpa perantara tradisional seperti TV kabel atau satelit, memungkinkan akses kapan saja di berbagai perangkat (smartphone, smart TV, laptop) dengan koneksi internet, contohnya Netflix, Disney+, Vidio.
Penulis : guntar
Editor : gunawan tarigan






