Hetifah Prihatin Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Minta Investigasi Tuntas dan Pemulihan Psikologis Korban

- Penulis

Jumat, 7 November 2025 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian (dok. rentak.id)

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian (dok. rentak.id)

JAKARTA- Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, pada Jumat (7/11/2025).

Ia mengutuk keras insiden tersebut serta mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh guna memastikan keamanan lingkungan pendidikan.

“Saya sangat berduka atas peristiwa ini. Tidak seharusnya lingkungan pendidikan menjadi tempat yang menimbulkan ancaman bagi keselamatan siswa dan guru. Saya mendesak aparat keamanan untuk mengusut tuntas insiden ini dan memastikan kejadian serupa tidak terulang,” tegas Hetifah di Jakarta.

Hetifah menekankan bahwa penanganan bukan hanya sebatas tindakan medis, tetapi juga pemulihan emosional bagi para korban, termasuk siswa, guru, dan tenaga kependidikan lain yang terdampak. Menurutnya, dukungan psikososial sangat penting agar aktivitas belajar mengajar dapat pulih dengan rasa aman.

“Selain memastikan penanganan medis yang optimal, penting juga memberikan pendampingan psikologis agar warga sekolah dapat pulih dari trauma dan kembali merasa aman di lingkungan sekolahnya,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut turut menegaskan bahwa keamanan sekolah harus menjadi prioritas nasional. Ia mendorong pemerintah daerah dan satuan pendidikan untuk memperkuat sistem pengawasan, prosedur keselamatan, serta edukasi pencegahan risiko di lingkungan sekolah.

“Sekolah seharusnya menjadi tempat yang paling aman bagi anak-anak kita. Karena itu, setiap pihak harus memastikan protokol keamanan dijalankan dengan serius,” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, Hetifah mengajak masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Kita percayakan kepada aparat untuk mengungkap penyebab kejadian ini secara profesional dan transparan. Yang terpenting sekarang adalah keselamatan dan pemulihan para korban,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar
Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen
Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik
20 Talenta Muda Indonesia Adu Keterampilan di WorldSkills Competition Shanghai 2026
Guru Besar Yuddy Chrisnandi Dukung Langkah Prabowo Gratiskan Pendidikan Negeri
Galeri Kejuruan di Cimahi Diresmikan, Mendikdasmen Dorong SMK Perkuat Inovasi dan AI
20 Talenta Vokasi Indonesia Siap Bertarung di WorldSkills Competition 2026 Shanghai

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:48 WIB

FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar

Rabu, 30 September 2026 - 10:13 WIB

Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen

Jumat, 25 September 2026 - 14:23 WIB

Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik

Jumat, 25 September 2026 - 09:15 WIB

20 Talenta Muda Indonesia Adu Keterampilan di WorldSkills Competition Shanghai 2026

Berita Terbaru