JAKARTA – Seorang ibu bernama Herlina Yulianti Aziz (49) mendatangi Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR untuk mengadukan Anggota Komisi II DPR, Deddy Sitorus, pada Senin, 2 Desember 2024.
Herlina melaporkan bahwa Deddy telah melecehkan perempuan dalam sebuah pernyataan yang ia lontarkan saat berargumen dengan Maruarar Sirait dalam sebuah acara diskusi di televisi.
Dalam pengaduannya, Herlina menjelaskan, “Saya cuma mau memberikan informasi terkait apa yang dikatakan oleh Pak Deddy kepada Pak Maruarar Sirait waktu itu. Bang Ara sedang berbicara, dan tiba-tiba Pak Deddy bilang, ‘Kayak perempuan. Udah jadi Menteri, masih aja kayak perempuan.'”
Herlina pun menyatakan, “Apa salahnya dengan perempuan? Perempuan itu juga manusia, seperti halnya pria. Jadi, kata-kata itu sangat merendahkan. Saya berharap Pak Deddy meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat, terutama perempuan, atas pernyataan yang dia buat di televisi.”
Lebih lanjut, Herlina mengungkapkan harapannya agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan adil. “Tolong dipanggil untuk klarifikasi, biar jelas maksud dari kata-kata yang dia ucapkan,” tambahnya. “Mungkin orang-orang menganggap itu sebagai sikap gender bias, tapi tetap saja, kata-kata seperti itu sangat tidak pantas.”
Dalam kejadian tersebut, Deddy Sitorus, politisi senior PDIP, terlibat dalam diskusi panas dengan Maruarar Sirait. Ketika Ara mencoba untuk melanjutkan pembicaraan, Deddy dengan nada keras menyela, “Jangan terusin, kayak perempuan.” Tidak hanya sekali, Deddy kembali melontarkan pernyataan yang lebih merendahkan dengan mengatakan, “Udah jadi Menteri, tapi tetap kayak perempuan.”
Pernyataan Deddy menuai kritik keras karena dianggap merendahkan dan memperlecehkan kaum perempuan. Herlina menegaskan bahwa tidak ada yang salah dengan menjadi perempuan, dan pernyataan Deddy seolah menganggap rendah peran perempuan dalam masyarakat.
“Saya tidak tahu sikap Ketum PDIP terhadap Deddy, tapi ini jelas sangat menghina perempuan. Ini bukan soal mendukung Maruarar Sirait, tetapi saya membela perempuan. Ibu, istri, anak, dan adik perempuan saya berhak dihargai,” ujar Herlina dengan tegas.
Pernyataan Deddy Sitorus ini dinilai menunjukkan sikap yang tidak menghargai peran dan martabat perempuan, terutama dalam konteks di mana banyak perempuan hebat dan berdaya yang berjuang di berbagai bidang. Sebagai anggota DPR, Deddy diharapkan untuk lebih berhati-hati dalam berbicara dan lebih menghormati semua golongan, khususnya perempuan. ***






