Hari Lahir Pancasila 2026: Ahmad Tholabi Sebut Pancasila Tetap Relevan di Era AI dan Tantangan Global

- Penulis

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Tholabi Kharlie. (foto.ist)

Ahmad Tholabi Kharlie. (foto.ist)

JAKARTA – Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 dinilai bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk meneguhkan kembali peran Indonesia dalam menjawab berbagai tantangan global. Di tengah konflik kemanusiaan, krisis moral, disrupsi teknologi, hingga ancaman perubahan iklim, nilai-nilai Pancasila dinilai tetap relevan sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, mengatakan tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya ideologi negara, tetapi juga nilai hidup yang mampu memberikan jawaban atas berbagai persoalan dunia saat ini.

Menurut Tholabi, Indonesia merupakan contoh nyata bangsa yang berhasil merawat keberagaman dalam satu ikatan kebangsaan. Dengan ribuan pulau, ratusan etnis, bahasa, dan tradisi keagamaan, Indonesia menunjukkan bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan untuk membangun persatuan, kerja sama, dan solidaritas.

“Dalam konteks itu, Pancasila menjadi etika publik sekaligus fondasi moral dalam membangun kehidupan bersama yang damai, adil, dan bermartabat,” ujarnya, Minggu (31/5/2025)

Ia menilai nilai-nilai Pancasila memiliki relevansi universal di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, perang berkepanjangan, menguatnya intoleransi, serta fragmentasi sosial yang dipicu derasnya arus informasi digital.

“Prinsip musyawarah, penghormatan terhadap kemanusiaan, dan keadilan sosial merupakan kontribusi penting Indonesia dalam memperkuat peradaban global yang lebih berkeadaban,” katanya.

Karena itu, lanjut Tholabi, Hari Lahir Pancasila harus menjadi ruang refleksi kebangsaan untuk memperkuat komitmen terhadap persatuan, kemanusiaan, dan tanggung jawab global.

Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), media sosial, dan budaya digital yang membawa tantangan baru bagi kehidupan masyarakat. Menurutnya, kemajuan teknologi harus disertai arah etik yang jelas agar tetap berpihak pada nilai kemanusiaan.

“Teknologi membutuhkan arah etik agar kemajuan digital tetap berpihak pada nilai kemanusiaan, penghormatan terhadap martabat manusia, serta penguatan solidaritas sosial,” tegasnya.

Tholabi menambahkan, tantangan terbesar generasi muda di era keterbukaan informasi saat ini bukan hanya menguasai teknologi, tetapi juga membangun kebijaksanaan, etika dialog, dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan.

“Persatuan Indonesia pada era digital juga berarti membangun ruang publik yang sehat, menjunjung etika komunikasi, melawan hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, dan berbagai bentuk polarisasi yang dapat menggerus kohesi sosial bangsa,” ujarnya.

Selain itu, Tholabi menilai Pancasila memiliki dimensi ekologis yang semakin penting di tengah ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Nilai gotong royong serta keadilan sosial dapat menjadi dasar moral untuk membangun tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan bumi.

“Menurut saya, krisis lingkungan bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga persoalan etika peradaban yang membutuhkan kesadaran kolektif seluruh masyarakat,” katanya.

Dalam konteks internasional, ia menilai Indonesia memiliki posisi strategis sebagai kekuatan moral dunia atau moral middle power yang mampu menghadirkan diplomasi perdamaian berbasis nilai-nilai Pancasila.

“Tradisi musyawarah, penghormatan terhadap keberagaman, dan semangat kemanusiaan universal merupakan modal penting Indonesia untuk terus berkontribusi dalam penyelesaian konflik, pembangunan dialog antarbangsa, dan penguatan solidaritas kemanusiaan internasional,” ujarnya.

Tholabi juga menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai Pancasila di ruang publik. Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menanamkan budaya dialog, toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, serta etika kebangsaan kepada generasi muda.

“Integrasi antara keilmuan, agama, kemanusiaan, dan kebangsaan perlu terus diperkuat agar pendidikan tinggi tidak hanya melahirkan sumber daya manusia yang unggul secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan sosial,” tuturnya.

Sebagai Anggota Dewan Pendidikan Tinggi, Tholabi mengapresiasi peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang mengedepankan semangat gotong royong, partisipasi masyarakat, dan penghormatan terhadap kebinekaan.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan sosial harus terus hadir dalam kebijakan publik, pendidikan, kehidupan sosial, hingga tata kelola pemerintahan.

“Pancasila adalah titik temu kebangsaan yang mempersatukan Indonesia sekaligus pesan moral yang dapat ditawarkan kepada dunia. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia memiliki tanggung jawab sejarah untuk terus menghadirkan nilai perdamaian, persaudaraan, dan keadilan melalui pengamalan Pancasila,” pungkas Tholabi.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta
KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya
DPD RI Minta TKD dalam RAPBN 2027 Naik Jadi Rp760 Triliun, Ini Alasannya
Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya
Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi
Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor
Indonesia-Filipina Percepat MoU Tata Kelola Migrasi Tenaga Kerja
Bencana NTT, BULOG Salurkan 1,84 Juta Kg Beras dan Siapkan Stok 93,7 Juta Kg

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:16 WIB

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta

Kamis, 17 September 2026 - 10:09 WIB

KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya

Kamis, 17 September 2026 - 07:38 WIB

Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya

Rabu, 16 September 2026 - 10:07 WIB

Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi

Selasa, 15 September 2026 - 17:29 WIB

Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor

Berita Terbaru