Ekspor Terancam Tarif Trump, DPR Minta Pemerintah Siapkan Strategi Mitigasi

- Penulis

Sabtu, 5 April 2025 - 07:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kebijakan Tramp.  (ilustrasi  ai)

Ilustrasi kebijakan Tramp. (ilustrasi ai)

JAKARTA – Kebijakan tarif baru dari Presiden AS Donald Trump dinilai bisa memukul ekspor dan industri padat karya di Indonesia.

Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid, mengingatkan pemerintah agar segera menyiapkan langkah mitigasi dan memperkuat diplomasi dagang untuk melindungi ekonomi nasional.

“Indonesia tidak boleh terpancing untuk melakukan retaliasi perdagangan secara emosional. Justru kita harus meresponsnya dengan strategi diplomasi dagang yang cerdas dan terukur,” ujar Kholid, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (5/4/2025)

Kholid menekankan pentingnya memperkuat negosiasi skema Generalized System of Preferences (GSP) yang selama ini memberikan kemudahan akses pasar ke AS bagi produk-produk Indonesia. Di samping itu, ia juga mendorong diversifikasi pasar ekspor sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kebijakan tarif tersebut.

“Pemerintah perlu segera membuka pasar-pasar baru di kawasan Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan negara-negara BRICS. Lanskap rantai pasokan, perdagangan, dan investasi global akan berubah pasca kebijakan tarif Trump, dan kita harus siap dengan skenario alternatif,” ungkap Kholid, yang merupakan alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia itu.

Ia juga menyoroti bahwa kebijakan tarif AS dapat memberikan tekanan besar terhadap industri padat karya di Indonesia. Dengan nilai surplus perdagangan Indonesia terhadap AS mencapai USD 16,8 miliar, banyak sektor ekspor nasional yang terancam, mulai dari tekstil, garmen, mebel, hingga elektronik dan peralatan otomotif.

“Industri-industri ini sangat tergantung pada pasar Amerika Serikat. Pemerintah perlu menyiapkan insentif fiskal dan kebijakan perlindungan bagi sektor padat karya agar tidak terjadi gelombang PHK,” tegas Kholid, yang mewakili daerah pemilihan Jawa Barat VI (Kota Depok dan Kota Bekasi).

Tak hanya dari sisi perdagangan, Kholid juga mengingatkan bahwa efek domino dari perang dagang bisa merembet ke sektor keuangan. Ia menilai, potensi aliran modal asing keluar (capital outflow) serta pelemahan rupiah perlu diantisipasi secara serius.

“Transmisi dampak perang dagang tidak hanya melalui perdagangan barang, tetapi juga melalui volatilitas pasar keuangan. Pemerintah harus siap dengan langkah mitigasi agar stabilitas nilai tukar dan kepercayaan investor tetap terjaga,” imbuhnya.

Sebagai langkah konkret, Kholid mendorong pemerintah segera menyusun strategi mitigasi yang komprehensif dan berkelanjutan. “Kita harus menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Ini saatnya memperkuat koordinasi lintas sektor dan mengambil kebijakan yang adaptif namun berpihak pada kepentingan nasional,” pungkasnya. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya
BSU 2026 Rp900 Ribu, Ini Syarat Penerima dan Batas Gaji yang Ditetapkan Kemnaker

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:51 WIB

90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terbaru