Dirjen PAUD Dikdasmen Tegaskan Pentingnya TKA sebagai Standar Penilaian Nasional Pasca UN

- Penulis

Senin, 22 September 2025 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi PAUD di pagi hari. (ilus ai)

Ilustrasi PAUD di pagi hari. (ilus ai)

BOGOR – Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan instrumen penting untuk mengukur potensi dan kompetensi siswa secara objektif.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan sosialisasi dan simulasi TKA yang digelar di SMA Muhammadiyah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (20/9).

Acara ini diikuti sekitar 700 pelajar dan menjadi istimewa karena diinisiasi oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang berkolaborasi dengan Kemendikdasmen.

“Tes ini bukan sekadar ujian, tetapi sarana untuk mengukur kemampuan siswa secara objektif. Melalui TKA, kita bisa memetakan keterampilan, pemahaman, serta potensi masa depan siswa,” ujar Gogot.

Gogot menjelaskan bahwa kehadiran TKA sangat penting di era globalisasi. Dengan TKA, Indonesia dapat memiliki standar yang setara dengan negara-negara maju.

“Kita perlu ukuran yang sebanding dengan standar dunia. Apakah kemampuan Matematika, Biologi, atau Kimia siswa kita bisa bersaing dengan negara lain? Untuk menjawab itu, kita membutuhkan TKA,” tegasnya.

Sejak Ujian Nasional (UN) ditiadakan, standar penilaian pendidikan di Indonesia menjadi beragam antar sekolah. TKA hadir untuk menyatukan standar tersebut, sehingga hasilnya dapat diakui secara nasional dan menjadi dasar pengambilan kebijakan pendidikan.

Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikdasmen, Anang Ristanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga simulasi langsung TKA.

“Dengan simulasi, siswa dapat lebih siap dan percaya diri saat menghadapi TKA. Kami mengajak seluruh pelajar kelas XII yang belum mendaftar untuk segera mendaftar melalui laman resmi tka.kemendikdasmen.go.id
,” kata Anang.

Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Riandy Prawita, menambahkan bahwa TKA memberikan manfaat nyata bagi siswa, terutama dalam merencanakan masa depan pendidikan mereka.

“TKA bukan kewajiban, tetapi hasilnya dapat digunakan untuk berbagai kepentingan, termasuk untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kami mengajak seluruh pelajar Indonesia untuk tidak ragu mengikuti TKA,” ujarnya.

Dengan adanya TKA, pemerintah berharap penilaian pendidikan di Indonesia menjadi lebih terukur, transparan, dan setara dengan standar internasional, sekaligus mendorong generasi muda untuk siap bersaing di tingkat global.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat
Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto
500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:02 WIB

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat

Senin, 2 November 2026 - 14:55 WIB

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Berita Terbaru