Dikebut! Pemerintah Siapkan Hunian untuk Pengungsi Gunung Lewotobi

- Penulis

Kamis, 21 November 2024 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko PMK Praktikno saat beberkan pembangunan rumah bagi warga terdembak bencana di NTT. (lazir)

Menko PMK Praktikno saat beberkan pembangunan rumah bagi warga terdembak bencana di NTT. (lazir)

JAKARTA – Pemerintah mengambil langkah cepat untuk menangani kebutuhan para pengungsi terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Pembangunan hunian sementara menjadi prioritas utama, terutama mengingat ancaman musim hujan yang segera datang. Langkah ini juga dilakukan sebagai persiapan agar para pengungsi dapat menikmati libur Natal dengan lebih layak dan nyaman.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyatakan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah diperintahkan untuk segera merealisasikan pembangunan hunian sementara.

“Hunian sementara ini dipercepat karena kita harus bersiap menghadapi musim hujan dan liburan Natal. BNPB akan segera memulai pembangunannya agar pengungsi bisa lebih terlindungi,” kata Pratikno seusai Rapat Tingkat Menteri di Jakarta, Rabu (20/11/2024).

Ia juga menambahkan bahwa kondisi vulkanik Gunung Lewotobi masih aktif meski tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Radius bahaya pun sudah dikurangi, namun layanan pengungsian tetap diperhatikan guna memastikan para pengungsi mendapatkan perlindungan dan kebutuhan yang memadai.

Penanganan Ribuan Pengungsi

Data terbaru mencatat jumlah pengungsi yang masih berada di lokasi pengungsian terpusat mencapai 5.117 jiwa. Di sisi lain, jumlah pengungsi mandiri yang memilih tinggal bersama keluarga atau kerabat di sekitar lokasi terdampak lebih besar, mencapai 6.417 jiwa.

“Sebagian besar pengungsi adalah pengungsi mandiri. Mereka memilih bergabung dengan keluarga atau kerabat di sekitar wilayah tersebut,” jelas Pratikno.

Selain fokus pada pembangunan hunian sementara, pemerintah juga akan membantu warga dalam proses relokasi mandiri, renovasi rumah, dan pembangunan hunian tetap. Langkah ini diharapkan mampu memberikan solusi jangka panjang bagi para pengungsi.

Pemetaan Hunian Tetap

Dalam rapat tersebut, pemerintah pusat dan daerah juga telah memetakan lokasi yang akan dijadikan hunian tetap bagi warga terdampak. Proses ini dilakukan melalui dialog intensif dengan warga untuk memastikan lokasi-lokasi yang dipilih sesuai kebutuhan dan aspirasi mereka.

“Lokasi hunian tetap sudah diidentifikasi. Saat ini kita fokus menyelesaikan administrasinya. Dialog dengan warga juga terus dilakukan untuk mencapai kesepakatan yang terbaik,” kata Pratikno.

Pratikno menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap tidak akan terpusat di satu wilayah. Pemerintah ingin memastikan pendataan dilakukan secara akurat dan melibatkan masyarakat terdampak secara langsung.

“Kita akan menjalankan empat langkah secara bersamaan, yakni renovasi rumah, relokasi mandiri, pembangunan hunian sementara, dan hunian tetap. Semua ini bertujuan agar penanganan berjalan cepat dan komprehensif,” tegasnya.

Komitmen Pemerintah

Pratikno menekankan bahwa pemerintah tidak hanya ingin memberikan perlindungan sementara, tetapi juga menciptakan solusi jangka panjang bagi para pengungsi. Ia berharap pembangunan hunian sementara dan tetap dapat segera terwujud sehingga warga terdampak dapat melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.

“Kita ingin memastikan para pengungsi tidak hanya selamat dari bencana, tetapi juga bisa hidup dengan layak di masa depan. Ini komitmen pemerintah untuk rakyat,” tutupnya.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap mampu memberikan rasa aman dan kepastian bagi ribuan warga yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi, sekaligus mempercepat pemulihan kawasan tersebut. ***

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru

Transportasi

Pelanggan KA PSO KAI Tumbuh 7,7 Persen, Tembus 14,16 Juta

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:49 WIB