JAKARTA — Potensi cuaca ekstrem masih membayangi sejumlah wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan sangat lebat hingga ekstrem berpeluang terjadi pada Rabu, 21 Januari 2026, terutama di Jawa Barat.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada seiring masih aktifnya dinamika atmosfer yang dipicu oleh keberadaan sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia. Kondisi tersebut memicu pembentukan awan hujan secara masif di berbagai daerah.
Dalam analisis terbarunya, BMKG mencatat keberadaan Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot. Meski pusat siklon bergerak menjauhi Indonesia, dampaknya masih memengaruhi pola angin regional dan meningkatkan kecepatan angin di wilayah Filipina utara hingga Samudra Pasifik timur.
Selain itu, Bibit Siklon Tropis 97S terpantau berada di perairan Laut Timor dan diprediksi bergerak ke arah tenggara. Sistem ini berpotensi meningkatkan kecepatan angin di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus memperkuat pertumbuhan awan hujan di sekitarnya.
Tak hanya itu, BMKG juga mendeteksi meluasnya daerah konvergensi dan konfluensi angin dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, hingga Papua. Kondisi ini mendukung terbentuknya awan hujan dengan peluang hujan berintensitas sedang hingga ekstrem di sejumlah wilayah.
Untuk wilayah Jabodetabek, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca. Seluruh wilayah Jakarta diprakirakan diguyur hujan ringan sepanjang hari.
Hujan ringan juga berpeluang terjadi di Bogor, Depok, dan Bekasi. Sementara di wilayah Tangerang, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang diprediksi mengalami hujan ringan, sedangkan Tangerang Selatan berpotensi diguyur hujan disertai petir.
Adapun suhu udara di Jabodetabek berkisar antara 22 hingga 31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 80–96 persen.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya bagi warga di wilayah rawan banjir dan longsor.












