Enam Bandara Kembali Beroperasi, Tiga Masih Ditutup akibat Abu Gunung Anak Krakatau

- Penulis

Selasa, 8 September 2026 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah kembali berangsur normal setelah AirNav Indonesia memperbarui status operasional bandar udara yang sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Hingga Selasa (8/9/2026), enam bandara telah kembali dibuka, sedangkan tiga bandara lainnya masih berstatus closed.

Pembukaan kembali sejumlah bandara tersebut ditetapkan berdasarkan informasi aeronautika terbaru atau Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan AirNav Indonesia setelah mempertimbangkan perkembangan sebaran abu vulkanik dan evaluasi aspek keselamatan penerbangan.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) menjadi salah satu bandara yang kembali melayani operasional penerbangan. Berdasarkan NOTAM A3395/26 NOTAMR A3387/26, bandara tersebut berstatus open and resumed operations mulai pukul 00.30 WIB pada 8 September 2026.

Meski telah kembali beroperasi, NOTAM tersebut mencatat awan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih persisten di dalam Flight Information Region (FIR). Pilot diminta meningkatkan kewaspadaan selama proses kedatangan maupun keberangkatan.

Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH) juga kembali berstatus open mulai pukul 00.40 WIB berdasarkan NOTAM A3396/26 NOTAMR A3386/26.

Selanjutnya, Bandara Husein Sastranegara (WICC) di Bandung kembali berstatus open mulai pukul 00.42 WIB berdasarkan NOTAM C1123/26 NOTAMR C1116/26.

Dua bandara lainnya di wilayah Tangerang, yakni Bandara Budiarto (WIRR) dan Bandara Pondok Cabe (WIHP), juga telah kembali dibuka. Bandara Budiarto berstatus open mulai pukul 01.25 WIB berdasarkan NOTAM C1126/26 NOTAMR C1115/26, sedangkan Bandara Pondok Cabe kembali berstatus open mulai pukul 01.28 WIB berdasarkan NOTAM C1127/26 NOTAMR C1118/26.

Sementara itu, Bandara Pagar Alam/Atung Bungsu (WIPY) di Pagar Alam telah lebih dahulu kembali beroperasi sejak Senin (7/9/2026) pukul 08.12 WIB. Status tersebut ditetapkan melalui NOTAM C1107/26 NOTAMC C1105/26.

Tiga Bandara Masih Berstatus Closed

Di sisi lain, tiga bandar udara masih belum dapat beroperasi akibat kondisi sebaran abu vulkanik.

Bandara Radin Inten II (WILL) di Lampung masih berstatus closed hingga estimasi pukul 10.00 WIB pada Selasa (8/9/2026).

Status serupa juga berlaku di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP) dan Bandara Salakanagara Tanjung Lesung (WIHI) di Pandeglang. Keduanya diperkirakan tetap berstatus closed hingga pukul 10.00 WIB pada 8 September 2026.

AirNav Indonesia menerbitkan pembaruan NOTAM dengan mempertimbangkan perubahan kondisi sebaran abu vulkanik yang berpengaruh terhadap operasional penerbangan. Berdasarkan evaluasi keselamatan dan informasi aeronautika terkini, sejumlah bandara dinilai telah dapat kembali beroperasi.

Pemantauan kondisi di lapangan juga menjadi bagian dari evaluasi. Salah satunya melalui paper test volcanic ash yang dilakukan secara berkala pada Senin (7/9/2026) di sejumlah lokasi bandara yang terdampak.

AirNav Indonesia terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dan pergerakan sebaran abu vulkanik. Pemantauan dilakukan dengan berkoordinasi bersama regulator serta berbagai pemangku kepentingan penerbangan.

Pembaruan informasi aeronautika akan dilakukan secara berkala sesuai perkembangan kondisi dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan.

AirNav Indonesia menegaskan pelayanan navigasi penerbangan tetap mengutamakan keselamatan, termasuk dengan terus memonitor kondisi vulkanik serta sebaran abu Gunung Anak Krakatau.(***)

Berita Terkait

Feeder LRT Palembang Disetop, Djoko Setijowarno Bongkar Masalah Transportasi Publik
Prakiraan Cuaca Jakarta Senin 2 November 2026, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah
Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Cuaca Jakarta Minggu 1 November: Hujan Ringan Mengintai, Cek Wilayah yang Berpotensi Diguyur
Gus Rivqy Desak Garuda Indonesia Berbenah Total, Kerugian Jadi Alarm Transformasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:24 WIB

Feeder LRT Palembang Disetop, Djoko Setijowarno Bongkar Masalah Transportasi Publik

Senin, 2 November 2026 - 06:30 WIB

Prakiraan Cuaca Jakarta Senin 2 November 2026, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah

Minggu, 1 November 2026 - 10:31 WIB

Cuaca Jakarta Minggu 1 November: Hujan Ringan Mengintai, Cek Wilayah yang Berpotensi Diguyur

Minggu, 1 November 2026 - 10:15 WIB

Gus Rivqy Desak Garuda Indonesia Berbenah Total, Kerugian Jadi Alarm Transformasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Berita Terbaru