BULOG Siap Tancap Gas Bangun 100 Infrastruktur Pascapanen, Anggaran Capai Rp5 Triliun

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Perum BULOG, Dr. Ahmad Rizal Ramdhani. (dok.Bulog)

Direktur Utama Perum BULOG, Dr. Ahmad Rizal Ramdhani. (dok.Bulog)

JAKARTA – Pemerintah mempercepat penguatan sistem logistik pangan nasional melalui pembangunan infrastruktur pascapanen di berbagai daerah. Komitmen ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Perum BULOG, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta BPKP.

Rapat tersebut secara khusus membahas kesiapan Perum BULOG dalam menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2026 tentang pembangunan 100 titik infrastruktur pascapanen di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Perum BULOG, Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan pihaknya siap menjalankan mandat pemerintah dengan pendekatan yang terukur dan akuntabel.

“Penugasan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem logistik dan ketahanan pangan nasional. BULOG akan memastikan seluruh tahapan dipersiapkan secara matang agar pembangunan infrastruktur benar-benar tepat lokasi, tepat fungsi, dan tepat manfaat bagi masyarakat,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, terdapat tiga langkah utama yang tengah disiapkan BULOG sebagai tindak lanjut program tersebut. Pertama, penyusunan studi kelayakan (feasibility study) dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi dan ahli, yang mencakup aspek teknis, operasional, serta finansial.

Kedua, penyusunan pertimbangan teknis bersama Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, agar pembangunan infrastruktur disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Ketiga, evaluasi kelayakan finansial serta rekomendasi penggunaan dana investasi pemerintah non permanen sebelum diajukan kepada Menteri Koordinator Pangan untuk memperoleh persetujuan tertulis.

“Program pembangunan ini direncanakan tersebar di 92 kabupaten dengan total anggaran sekitar Rp5 triliun, yang terdiri dari sekitar Rp4,4 triliun untuk pembangunan infrastruktur utama dan sekitar Rp560 miliar untuk mekanisasi, otomatisasi, serta sistem teknologi informasi,” tambahnya.

Adapun rencana pembangunan mencakup berbagai fasilitas strategis, yakni 94 unit gudang penyimpanan, 6 unit silo gabah, 8 unit silo jagung, 17 unit dryer beras, 17 unit Rice Milling Unit (RMU), 8 unit dryer jagung, serta 9 unit sentra pengolahan dan fasilitas packaging beras.

Dalam implementasinya, setiap lokasi akan melalui uji kelayakan teknis, seperti soil test, analisis kemiringan lahan, hingga kajian akses jalan guna memastikan kelancaran distribusi logistik. Pembangunan fisik nantinya akan dilaksanakan oleh BUMN Karya sesuai ketentuan Perpres.

Pembangunan infrastruktur ini diprioritaskan di sentra produksi pangan seperti Lampung, Pulau Jawa, dan Sulawesi Selatan dengan fasilitas lengkap berbasis mekanisasi modern. Sementara itu, wilayah kepulauan seperti Natuna, Rote, dan Tidore akan difokuskan pada pembangunan gudang penyimpanan untuk menjaga stabilitas pasokan, terutama saat cuaca ekstrem.

Melalui program ini, BULOG menegaskan perannya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan distribusi pangan yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya
Mentan Bongkar Modus Penyelewengan Beras SPHP, 8 Pegawai Bulog dan Bapanas Dicopot
Jotun hingga Golden Eagle Masuk Agenda KPPU, Ini 5 Dugaan Pelanggaran Usaha yang Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB