BULOG Dorong Generasi Muda Masuk Industri Pangan di Nusantara Food Summit 2025

- Penulis

Jumat, 7 November 2025 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Bisnis Perum BULOG, Febby Novita, bersama narasumber lain yaitu Maria Nunik Sumartini dari Kementerian Pertanian dan Tubagus Syailendra, CEO Chickin Indonesia. (dok. rentak.id)

Direktur Bisnis Perum BULOG, Febby Novita, bersama narasumber lain yaitu Maria Nunik Sumartini dari Kementerian Pertanian dan Tubagus Syailendra, CEO Chickin Indonesia. (dok. rentak.id)

TANGERANG — Perum BULOG berpartisipasi dalam acara Nusantara Food Summit 2025 yang digelar di ICE BSD City, Tangerang, pada Kamis (6/112025).

Mengusung tema “Food Security 2.0: Mewujudkan Kemandirian Pangan dengan Membangun Kembali Sistem Pangan dan Peran Strategis Generasi Muda”, forum ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi, komunitas pangan, hingga anak muda untuk memperkuat ekosistem industri pangan yang berkelanjutan.

BULOG hadir dalam sesi diskusi melalui Direktur Bisnis Perum BULOG, Febby Novita, bersama narasumber lain yaitu Maria Nunik Sumartini dari Kementerian Pertanian dan Tubagus Syailendra, CEO Chickin Indonesia. Diskusi menyoroti roadmap pangan Indonesia 2025–2026 yang selaras dengan agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo, serta visi pangan Indonesia 2045 yang menekankan ketahanan, diversifikasi, dan industrialisasi pangan lokal.

Febby menyampaikan bahwa kondisi pangan nasional menunjukkan capaian positif.

“Alhamdulillah, di tahun 2025 ini Indonesia tidak melakukan impor beras. Ini keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan dalam negeri,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa BULOG menjalankan peran strategis di hulu dan hilir: menyerap gabah dan beras petani sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar.

“Ketika harga pangan naik di suatu daerah, BULOG harus turun untuk melakukan operasi stabilisasi,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Febby juga menyoroti peluang besar bagi generasi muda untuk terjun dalam bisnis pangan. Ia memaparkan keberadaan Rumah Pangan Kita (RPK), jaringan distribusi pangan yang kini mencapai lebih dari 27.000 outlet di seluruh Indonesia.

“Adik-adik Gen Z bisa ikut mendistribusikan beras SPHP, minyak, gula, dan komoditas lainnya hanya dengan modal Rp2,5 juta sampai Rp5 juta. Tidak perlu punya toko, cukup dari rumah dengan dukungan platform digital. Dan di situ bisa dapat cuan,” jelasnya.

Selain distribusi, BULOG membuka ruang kolaborasi dari sisi produksi hingga logistik. Mulai dari kerja sama dengan petani, suplai bahan baku untuk pabrik penggilingan, hingga pembangunan gudang komoditas.

“Kapasitas gudang kami mencapai 3,8 juta ton, tapi kebutuhan terus bertambah. Generasi muda yang punya lahan bisa membangun gudang dan bekerja sama dengan BULOG,” kata Febby.

Dalam diskusi terkait proyeksi surplus beras nasional tahun 2025—produksi 34 juta ton dan konsumsi 31 juta ton—Febby menegaskan pentingnya cadangan pangan pemerintah demi pemerataan wilayah.

“Pemerintah tidak boleh mengambil risiko. Ketersediaan beras harus terjamin sampai daerah sulit akses seperti pegunungan Papua, meskipun biaya distribusinya tinggi,” tegasnya.

Menutup dialog, Febby menekankan bahwa BULOG tidak hanya mengelola beras, tetapi juga membuka ruang usaha komersial pada komoditas lain.

“Kami bisa berkolaborasi dalam pemasaran ayam, telur, daging, cabai, dan komoditas lainnya. Ini momentum bagi generasi muda — dari petani menjadi founder, dari lokal menjadi nasional,” ujarnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta
KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya
DPD RI Minta TKD dalam RAPBN 2027 Naik Jadi Rp760 Triliun, Ini Alasannya
Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya
Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi
Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor
Indonesia-Filipina Percepat MoU Tata Kelola Migrasi Tenaga Kerja
Bencana NTT, BULOG Salurkan 1,84 Juta Kg Beras dan Siapkan Stok 93,7 Juta Kg

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:16 WIB

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta

Kamis, 17 September 2026 - 10:09 WIB

KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya

Kamis, 17 September 2026 - 07:38 WIB

Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya

Rabu, 16 September 2026 - 10:07 WIB

Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi

Selasa, 15 September 2026 - 17:29 WIB

Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor

Berita Terbaru