BP2MI Meminta Para PMI Maksimalkan Kesempatan Kerja di Luar Negeri dan Jaga Nama Baik Indonesia

- Penulis

Senin, 6 Mei 2024 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Penempatan Pemerintah Kawasan Asia dan Afrika BP2MI, Seriulina Tarigan, selepes melepas PMI ke Korea Selatan. (lazir)

Direktur Penempatan Pemerintah Kawasan Asia dan Afrika BP2MI, Seriulina Tarigan, selepes melepas PMI ke Korea Selatan. (lazir)

RENTAK.ID – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memberikan dorongan kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar memaksimalkan kesempatan bekerja di luar negeri.

Demikian dikatakan Direktur Penempatan Pemerintah Kawasan Asia dan Afrika BP2MI, Seriulina Tarigan, selepes melepas PMI ke Korea Selatan, Senin (6/5/2024).

“Bekerja di luar negeri merupakan kesempatan baik bagi PMI. Oleh karena itu, PMI harus memanfaatkan kesempatan tersebut secara optimal,: kata Serulina Tarigan.

Pihak BP2MI sendiri telah berusaha memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada para PMI yang bekerja di luar negeri.

“Salah satu bentuknya adalah dengan menyediakan layanan lounge khusus di beberapa bandara yang digunakan para PMI sebelum dan sesudah keberangkatan,” ujarnya.

Tujuannya adalah untuk memberikan kenyamanan bagi para PMI yang akan bekerja di luar negeri.

Selain memberikan dorongan dan layanan terbaik, Seriulina Tarigan juga meminta kepada para PMI untuk menjaga nama baik Indonesia selama bekerja di luar negeri.

“Hal ini bertujuan untuk menghindari konflik interpersonal antara PMI atau dengan warga negara lain di negara penempatan,” bebernya.

Sebelumnya, terjadi konflik antar PMI di Korea Selatan pada bulan April lalu yang memakan korban jiwa. Oleh karena itu, PMI diharapkan dapat menaati peraturan dan menjaga kewaspadaan selama bekerja di luar negeri.

“Para PMI harus memahami peraturan di negara penempatan mereka dan mematuhinya. Sebab, aturan di suatu negara bisa berbeda dengan aturan di negara asal PMI,” sebutnya.

Dalam menjaga nama baik Indonesia, PMI juga harus bisa berperilaku sopan dan menghormati budaya setempat. Dengan begitu, baik PMI maupun warga negara lain di negara penempatan bisa merasa saling dihargai.

Melalui program Government to Government (G to G), para PMI diharapkan bisa memperoleh bekerja di luar negeri dengan aman dan bermanfaat bagi mereka, negara asal, dan negara penempatan.

Oleh karena itu, PMI dituntut untuk siap dan mampu menghadapi tantangan yang mungkin muncul selama bekerja di luar negeri.

“Semua PMI juga diharapkan untuk bekerja dengan tekun dan menjaga semangat pantang menyerah dalam meraih keberhasilan di luar negeri,” katanya.

Secara keseluruhan, bekerja di luar negeri memberikan banyak manfaat bagi para PMI, seperti penghasilan yang lebih besar untuk kehidupan mereka maupun keluarga di Indonesia.

Dengan adanya dorongan dari BP2MI dan kesadaran para PMI untuk menjaga nama baik Indonesia, diharapkan akan mengurangi konflik dan memperkuat hubungan baik di antara negara-negara di dunia.

Semoga Program Government to Government (G to G) dapat menghasilkan manfaat yang setinggi-tingginya bagi seluruh PMI dan negara asal mereka.

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru